Di Usia 73 Tahun, Sarjono Masih Jadi Ujung Tombak Posdaya di Desanya

YOGYAKARTA — Menemukan sosok warga desa seperti Sarjono mungkin bukan sebuah hal yang mudah. Di usianya yang telah menginjak tujuh puluh tiga tahun, bapak empat anak asal dusun Jogahan, Temon Wetan, Temon, Kulonprogo itu masih begitu aktif menjadi kader sekaligus pengurus Posdaya.

Meski telah berusia lanjut, ia masih diandalkan sebagai ujung tombak berbagai kegiatan kemasyarakatan yang ada di dusun maupun desanya. Berkat kontribusi penting Sarjono lah, berbagai kegiatan pemberdayaan di dusun Jogahan, Temon Wetan bisa maju dan berkembang pesat dan meraih berbagai prestasi.

Di tingkat dusun maupun desa, Sarjono memang memiliki posisi sentral sebagai penggerak posdaya. Selain menjabat sebagai Ketua Posdaya Cipta Karya Abadi di tingkat dusun, ia juga ditunjuk sebagai Ketua Posdaya Menara di tingkat desa. Tak hanya itu saja, ia juga merangkap berbagai jabatan penting lain mulai dari Ketua LKMD, Ketua Gapoktan hingga Ketua KUD.

Bagi Sarjono sendiri mengabdikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat desa merupakan sebuah panggilan jiwa. Ia mengaku puas dan bahagia jika mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Meskipun hal itu bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan.

“Harus ada niat sejak awal untuk mengabdi pada masyarakat. Selain itu juga harus siap berkorban, baik waktu tenaga piliran bahkan kadang materi. Karena kita kan tidak mendapat bayaran, kadang malah harus tombok,” katanya.

Menurut Sarjono, kunci menggerakkan dan memberdayakan masyarakat desa adalah memberikan keteladanan. Dengan adanya contoh dari setiap pengurus, secara otomatis warga akan dengan sendirinya mengikuti, tanpa perlu dipaksa.

“Memang masyarakat itu butuh contoh. Seperti saat saya membuat program bank sampah. Agar masyarakat mau mengumpulkan sampah, ya pertama harus kita dulu, para pengurus yang mengumpulkan,” katanya.

“Dulu,” lanjut Sarjono, “setiap ada hajatan atau layatan, saya kumpulkan sendiri botol-botol bekas. Awalnya banyak yang heran. Tapi setelah mereka tahu tujuan dan manfaatnya akhirnya mereka juga mengerti dan mau mengikuti,” katanya.

Sarjono sendiri mengaku belum tahu sampai kapan ia akan terus aktif di berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia memiliki prinsip selama masih mampu, dan dikehendaki, ia akan terus ikut membantu dan berperan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Sarjono hanya berharap apa yang telah ia lakukan bisa mendapatkan ganjaran dari Tuhan YME. Selain juga dapat dicontoh dan diterapkan oleh para kader dan pengurus lainnya.

Lihat juga...