Difteri Belum Berlalu

JAKARTA — Wabah penyakit berbahaya difteri yang ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) dan dilakukan penanganan KLB oleh pemerintah sesungguhnya belum berlalu.

Banyak peristiwa-peristiwa lain yang menyulut berbagai tanggapan masyarakat, sosial politik dan bahkan bencana, kemudian menarik semua perhatian terfokus pada kejadian itu.

Namun sesungguhnya penyakit yang sangat mudah menular dan bisa menyebabkan kematian itu masih ada di sekitar kita.

Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso Jakkarta yang menampung pasien positif difteri kini merawat lebih banyak orang.

Per Jumat (15/12), pasien difteri yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso totalnya mencapai 73 orang. Dan 48 pasien dari keseluruhan merupakan anak-anak.

Penambahan pasien tersebut berasal dari Kota Jakarta dan wilayah penyangganya seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan banyaknya kasus difteri di Jakarta disebabkan oleh kepadatan penduduk dan banyaknya aktivitas masyarakat bepergian dari luar ke Kota Jakarta.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Depok, di daerah itu sedikitnya terdapat empat kasus difteri dengan satu orang meninggal dunia.

Di Kota Bekasi disebutkan sebanyak lima orang suspek difteri bertambah pada Desember 2017 dan dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah setempat.

Sebelumnya pada Januari hingga November 2017 terdapat 12 pasien suspek difteri berdasarkan gejala klinis, namun berdasarkan hasil laboratorium menyebutkan delapan orang di antaranya negatif.

Di Provinsi Banten sebagai salah satu provinsi yang melaksanakan imunisasi ulang (Outbreak Response Immunization/ORI), sebanyak 91 kasus difteri tercatat hingga Rabu (13/12).

Lihat juga...