Dinkes Balikpapan Gencar Sosialisasi Difteri

BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan Kota Balikpapan terus melakukan antisipasi dan langkah pencegahan terhadap penyakit difteri, yakni penyakit yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota, Suheriyono, menjelaskan hingga kini Balikpapan tidak ditemukan positif difteri.  “Balikpapan tidak ditemukan positif, satu minggu lalu sempat ada yang dirawat, tapi itu negatif. Antisipasi kita melakukan sosialisasi pencegahan dan mengeluarkan surat edaran ke pihak swasta untuk waspada difteri,” jelasnya saat ditemui pada Senin, (11/12/2017).

Menurutnya, suatu daerah menunjukkan Keadaan Luar Biasa (KLB) difteri, jika ada satu kasus yang dinyatakan positif. “Kita belum ada positif. Menunjukkan KLB itu satu saja asal positif.  Difteri ini penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Imunisasi itu dasar,” terangnya.

Hingga minggu ke-47 pada 2017, di Balikpapan terdapat lima kasus yang merupakan suspect gejala difteri. Dari lima kasus ini, setelah diperiksa hasilnya negatif difteri. Sedangkan pada 2016 lalu terdapat  27 kasus suspect gejala difteri dan setelah diperiksa dinyatakan negatif difteri.

Dalam upaya pencegahan terhadap penyakit difteri, Suheri menyebutkan, edukasi untuk melakukan sosialisasi terus dilakukan pemerintah dari usia balita hingga sekolah dasar.

“Sejak lima tahun terakhir realisasi pelaksanaan imunisasi kota di atas 95 persen. Pokoknya kita terus edukasi tentang bahaya difteri,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Mieke Henny, mendukung upaya yang dilakukan pemerintah kota Balikpapan dalam mencegah penyakit difteri. “Vaksin dan edukasi terus digencarkan. Sekolah-sekolah juga terus dipantau dalam melakukan imunisasi,” tandasnya.

Dia menegaskan, Balikpapan tidak terjadi KLB difteri dan pemerintah kota terus melakukan edukasi sebagai salah satu pencegahan penyakit difteri.

Lihat juga...