Dinkes Sikka Minta Lulusan Keperawatan Tingkatkan Kompetensi

Editor: Koko Triarko

423

MAUMERE – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, berharap lulusan keperawatan Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere terus meningkatkan kompetensinya, agar bisa bersaing dengan lulusan dari lembaga pendidikan lainnya.

“Kita bersyukur ada lembaga pendidikan kesehatan di kabupaten Sikka, yakni UNIPA Maumere yang sudah terakreditasi B, baik D3 Keperawatan, S1 Keperawatan maupun Ners, sehingga harapan saya lulusannya harus mampu bersaing mendapatkan pekerjaan dan melayani masyarakat di mana saja, baik di sarana kesehtaan pemerintah maupun swasta,” ungkap dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH.

Saat dihubungi Cendana News Kamis (7/12/2017) malam terkait 35 lulusan S1 Ners dan 25 lulusan D3 Keperawatan UNIPA yang diambil sumpahnya tadi pagi, Maria menegaskan, agar lulusan tersebut harus banyak belajar agar bisa bersaing.

Kurikulum yang diajarkan sama, sehingga kembali kepada perawat itu sendiri agar meningkatkan kompetensi mereka. “Tetap belajar dan meng-update ilmu pengetahun dan berusaha mencari kerja di mana saja agar bisa mendarmabaktikan ilmu yang didapat. Masih banyak sarana kesehatan di swasta termasuk di luar negeri, sehingga perlu ditingkatkan kemampuan bahasanya,” pintanya.

Jadi, jangan hanya ilmu keperawatannya saja yang dikuasai, kata Maria, tetapi harus banyak bisanya, termasuk menguasai bahasa asing agar lebih mudah bersaing dalam dunia pekerjaan yang dewasa ini menuntut kompetensi. Harus diingat, persaingan di dunia kerja semakin ketat.

“Makna sumpah yang diambil agar mereka bisa melaksanakan pekerjaan sesuai ilmu yang didapat untuk kepentingan kemanusiaan. Sebagai perawat, mereka harus melayani orang, menghadapi pasien atau orang sakit yang membutuhkan pelayanan dengan baik,” sebutnya.

NS. Agustina Sisiliawati Dua Wida, M.Kep., Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere saat ditemui Cendana News Kamis (7/12/2017), mengatakan, sumpah keperawatan penting ketika sudah selesai pendidikan profesi Ners dan D3 keperawatan. Sesudahnya harus melewati uji kompetensi dan melakukan registrasi untuk mendapatkan surat resgister perawat.

Sebelum mendapatkan surat resgister perawat, sebut Ida, sapaannya, para perawat harus diangkat sumpah sebelum terjun bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan baik di rumah sakit, puskesmas maupun di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya milik swasta.

“Untuk bersaing saya rasa bisa, sebab tenaga pendidik di UNIPA sebanyak 40 orang semuanya sudah lulusan S2 atau magister dan secara kurikulum baik teori maupun praktek pendidikan profesi sudah sesuai,” tuturnya.

Praktek kerja, terang Ida, bukan saja dilaksanakan di NTT. Tapi, juga di RS Sanglah Denpasar dan RS Jiwa Lawang di Malang serta juga pernah di Madiun dan Gresik, Kompetensi yang dimiliki perawat UNIPA bagus, skill mereka diakui juga saat praktek di luar daerah.

Juga, lanjutnya ada pembinaan karakter sejak awal masuk kuliah dan di mata kuliah ada caring keperawatan komunikasi keperawatan, di mana diajarkan sikap.  Sebelum beradaptasi dengan pasien, keluarga pasien dan masyarakat juag melaksanakan praktek di laboratorium milik kampus.

“Kami  melakukan praktek ke luar daerah, agar mahasiswa kami bisa beradaptasi dengan budaya masyarakat di luar daerah. Dari segi pendidikan, kami selalu mengingatkan agar kalau bertugas di daerah lain kita harus beradaptasi dengan lingkungan di daerah tersebut,” sebutnya.

Rata-rata lulusan S1 keperawatan di UNIPA, terang Ida, dalam setahun sebanyak 50 orang dan D3 Keperawatan sekitar 35 orang serta menerima lulusan D3 dari kampus lain. Dirinya berpesan, agar lulusan perawat yang sudah diambil sumpah menjadi perawat yang profesional, melayani dengan hati dan mengabdi dengan tulus.

Wakil Rektor UNIPA Maumere bidang akademik, Dr. Jonas K.G.D Gobang, S.Fil, MA., menambahkan, UNIPA sudah mendapatkan lisensi melakukan uji kompetensi keperawatan dan satu-satunya di NTT. Untuk wilayah Indonesia Timur hanya ada 3 kampus, dua kampus berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Banyak kampus lainnya juga yang melaksanakan uji kompetensi di sini dan hasil ujiannya akan kami kirim ke kampus mereka, ujian kompetensi tersebut dilakukan secara online dan kami memliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan uji kompetensi,” pungkasnya.

Komentar