Dinkes Tiap Daerah Sasar Wilayah Terjangkit Difteri

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan mulai pada tahun 2018 mendatang perlu untuk menyasar daerah-daerah yang terjangkit difteri untuk memberikan imunisasi kepada anak-anak hingga berusia empat tahun.

Seperti di Kabupaten Pasaman Barat ada satu orang anak yang positif difteri telah meninggal dunia. Maka dari itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) perlu memberikan tanda kepada daerah itu, untuk lebih difokuskan kepada daerah yang ada kasus difteri.

“Kita tidak ingin ke depan anak-anak di Sumbar terjangkit difteri. Apalagi dengan diketahui bahwa anak-anak yang positif difteri merupakan anak yang tidak pernah ikut imunisasi, hal yang demikian sangat kita disayangkan,” katanya, Jumat (29/12/2017).

Ia menyebutkan, agar ke depan anak-anak bisa mendapatkan imunisasi secara menyeluruh dan tidak ada lagi orang tua yang takut, Dinkes perlu turun langsung ke lapangan, dan memastikan bahwa seluruh anak-anak mendapatkan imunisasi.

“Soal obat-obatannya kita punya. Intinya ke depan anak-anak harus dapat imunisasi. Karena dari data yang diperoleh, anak-anak yang terkena difteri itu, tidak ikut imunisasi,” ucapnya.

Ia berharap dengan adanya target agar seluruh anak-anak di Sumbar bisa mendapatkan imunisasi, pada tahun 2018 tidak ada lagi anak-anak yang terjangkit kasus difteri.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday, di Sumbar kasus difteri tersebar pada 10 kabupaten dan kota. Dari 10 kabupaten dan kota itu, memilih jumlah kasus difteri yang berbeda pula.

Sepuluh kabupaten dan kota yang terdeteksi adanya difteri yakni Kota Padang, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Bukittinggi, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, dan Kabupaten Agam.

Ia menyebutkan, diketahuinya ada kasus difteri 10 kabupaten dan kota itu, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium dari 23 susfect difteri. Dari pemeriksaan itu didapatkan 2 kasus positif yaitu satu orang di Kabupaten Solok Selatan dan satu orang di Pasaman Barat.

“Jadi untuk ke depan kita akan lebih gencarkan imunisasi ini. Dengan target seluruh anak-anak bisa terimunisasi,” tegasnya.

Terkait masih adanya orangtua yang belum membawa anaknya untuk imunisasi, Miko mengaku, bukannya tidak mau membawa anaknya untuk diimunisasi, akan tetapi tidak memiliki waktu untuk membawa anak diimunisasi.

“Saya dan istri bekerja, dengan kondisi yang demikian waktu untuk membawa anak imunisasi itu yang tidak ada. Tapi, kalau petugas medis bersedia datang ke rumah, dengan senang hati saya akan ikutkan anak saya untuk imunisasi,” ucap, warga Pasar Baru, Kota Padang itu.

Lihat juga...