Dinkes Tulungagung Pastikan Pasien RS Dr Iskak Negatif Difteri

TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menyatakan hasil uji laboratorium terhadap lima orang pasien terduga difteri di RSUD dr Iskak hasilnya negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Moehammad Mastur mengatakan, hasil uji laboratorium seluruh pasien sudah keluar. “Kami sudah menerima hasil uji lab. Dan yang terbaru ada pasien balita yang diduga difteri dari Kecamatan Sumbergempol yang dirawat di RSUD dr. Iskak. Semuanya negatif atau bukan difteri,” ujarnya, Sabtu (16/12/2017).

Selama kurun 2017 di Tulungagung ada lima orang terduga difteri. Dua kasus terduga difteri terbaru diidentifikasi masuk RSUD dr Iskak pada periode Desember 2017. Namun setelah dilakukan penelitian dan penelusuran mendalam melalui uji laboratorium maupun penyelidikan kasus penyakit menular di sekitar rumah pasien, dipastikan bukan difteri.

Pernyataan Mastur tersebut berbeda dengan pernyataan dokter spesialis anak yang menangani dua pasien anak diduga menderita difteri, dr Zomrotul Aini, Sp.A. Kendati hasil analisa medis menemukan indikasi dan gejala mirip kasus difteri, dokter Aini mengkonfirmasi pihaknya saat itu memang belum didukung hasil uji lab yang lebih detail memastikan adanya virus difteri pada kedua pasien.

“Kendati belum positif karena belum didukung hasil lab, kami memberlakukan pasien laiknya kasus difteri karena gejala klinisnya sudah mengarah ke sana. Ini prosedur pencegahan dini tanpa harus menunggu kondisi pasien parah baru ditangani sesuai prosedur difteri,” ujarnya saat itu.

Uji laboratorkium dilakukan dengan mengambil sampel swap tenggorok pasien. Dan hasil dari uji yang dilakukan ditegaskannya, semuanya negatif. Kedati demikian, Dinas Kesehatan Tulungagung tetap akan melakukan imunisasi tetanus difteri massal terhadap warganya.

Dua kecamatan yakni kecamatan Rejotangan dan Sumbergempol akan menjadi lokasi pemberian imunisasi secara masal. “Imunisasi di dua kecamatan tersebut, disebabkan karena kecamatan Rejotangan berbatasan langsung dengan kabupaten Blitar, yang terdeteksi dua warga dinyatakan positif difteri, sehingga diharapkan bisa membantu pencegahan. Sedangkan untuk di kecamatan Sumbergempol karena asal balita suspek difteri yang di rawat di RSUD dr. Iskak berasal dari kecamatan tersebut,” pungkas Mastur. (Ant)

Lihat juga...