Dinsos Balikpapan Cairkan Bantuan pada Veteran

BALIKPAPAN — Menjelang akhir tahun menjadi kabar yang baik untuk sejumlah veteran, janda veteran, disabilitas tak mampu, panti asuhan dan lembaga lansia di Provinsi Kalimantan Timur.

Pasalnya, mereka pada hari ini, Selasa (12/12/2017), memperoleh bantuan sosial melalui Program Bantuan Sosial Terencana 2017 dari APBD Provinsi Kaltim.

Veteran Pejuang 1945, PJD Koesman. –Foto: Ferry Cahyanti

Sebanyak 1.462 orang penyandang disabilitas memperoleh bantuan sosial, veteran sekitar 200 orang, 81 panti asuhan, lansia 3 lembaga kesejahteraan sosial. Untuk disabilitas masing-masing memperoleh Rp1 juta, veteran Rp2 juta, janda veteran Rp1,5 juta. Sedangkan untuk panti asuhan disesuaikan dengan jumlah anak dan jumlah lansia di lembaganya.

“Setiap tahun dapat bantuan sosial. Artinya, dengan bantuan yang diberikan ini Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan penghargaan kepada veteran dan lainnya,” ungkap pejuang Dwikora, Max Lumintang, usai menerima bantuan sosial di Kantor Dinas Sosial Balikpapan, Selasa (12/12/2017).

Max Lumintang, anggota Veteran Balikpapan  yang pernah ditahan di Kucing Malaysia 1966 ini sangat mengapresiasi pemerintah karena sudah memberikan perhatian.

“Tahun lalu tiga juta. Kalau gubernur kita dapat tiap tahun. Nah, tahun ini belum tahu berapa, karena saya belum buka amplopnya. Kalau dikasih senang juga, ya bentuk perhatian pemerintah,” ucapnya.

Di tempat yang sama, anggota veteran lainnya, PJD Koesman mengaku senang dengan bantuan dan perhatian yang diberikan pemerintah kepada veteran. Meski tahun ini ia belum mendapatkan bantuan tersebut karena pada 2016 belum terdata dan baru terdata pada 2017, sehingga baru masuk program 2018.

“Yang jelas saya senang pemerintah sudah berikan perhatian, saya tidak dapat tidak apa-apa. Karena memang terdata tahun 2017, tapi 2018 dapat. Saya tidak mau ribut, terdata juga belum lama,” kata pejuang 1945.

Pria yang kini berusia 87 tahun ini sangat bersyukur, karena pemerintah kini memberikan banyak perhatian kepada para veteran dan selalu mengingat akan perjuangan yang dilakukan para veteran.

“Bersyukur sangat bersyukur karena pemerintah sekarang memberikan respon yang baik dengan memperhatikan veteran,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kaltim, Khairul Saleh, mengatakan bansos terencana ini hanya dapat diberikan kepada yang sudah terdata di usulan 2016 atau sudah direncanakan setahun sebelumnya.

“Kesulitan masalah prosedur yakni badan keuangan kantor gubernur tidak boleh ganti nama, selain usulan 2016, makanya kalau tidak ada namanya di usulan tidak dapat. Solusinya yang belum dapat diusulkan di 2018,” paparnya di sela penyaluran bansos untuk Kota Balikpapan di kantor Dinsos Balikpapan Jalan Ruhui Rahayu.

Menurutnya, yang dilakukan saat ini adalah sesuai kebijakannya, sehingga yang belum terdata nanti diusulkan tahun 2018. “Ini terjadi miss dengan dinas kota, ada yang terima tapi sudah tidak ada orangnya karena meninggal atau pindah. Maka, diganti tapi ternyata  itu tidak dibenarkan. Uang dikembalikan ke kas negara,” sambungnya.

Tidak hanya veteran dan disabilitas, bantuan juga diberikan kepada panti asuhan swasta dan lansia. Setiap tahun diberikanm, hanya nomimal berbeda menurut jumlah anak dan lansia yang diasuh.

Khairul menambahkan, bansos diberikan setiap tahun selama lima tahun terakhir. “Ini kebijakan gubernur pak Awang sudah 5 tahun. Tidak tahu kalau ganti gubernur,” ujarnya.

Lihat juga...