Direktur Zeni TNI AD: Setiap Prajurit Benteng Merah Putih

Editor: Irvan Syafari

213
Brigjend TNI M. Munib (di podium) memberikan pembekalan pada siswa Dikcabpazi dan Dikjurtazi tahun 2017/Foto; Fajar Nugroho.

BOGOR —- Direktur Korps Zeni TNI-AD, Brigjend (TNI) M. Munib memberikan pembekalan kepada siswa pendidikan kecabangan perwira (dikcabpa) zeni Tahun anggaran 2017 pada Rabu (6/12) malam di Aula Sudirman, Pusat Pendidikan Zeni, Bogor, Jawa Barat.

Di hadapan seluruh siswa yang akan mengikuti upacara pembaretan, Munib mengatakan supaya setiap prajurit yang akan menjalankan tradisi pembaretan harus siap ditugaskan di mana saja.

“Kamu harus bangga menjadi prajurit TNI-AD,” ujar Munib seraya mengatakan bahwa lingkungan penugasan saat dirinya letnan dua berbeda dengan kondisi yang sekarang ini.Menurut Munib di luar sana banyak gerakan yang anti Pancasila.

Dalam pembekalan yang dia berikan kepada siswa Dikcabpa Zeni dan Dikjurta Zeni, Munib mengatakan supaya prajurit zeni tidak ikut-ikutan mengedepankan perbedaan seperti yang terjadi di luar lingkungan militer.

“Di sini tidak ada tentara Jawa, tentara Batak, tentara Islam atau tentara Kristen, di sini TNI-AD” tegasnya.

Narkoba dan Media Sosial

Tidak hanya itu, Munib juga menyinggung soal peredaran narkotika. Dirinya berpesan agar prajurit zeni jangan sampai terjerumus kedalam hal-hal tersebut, karena hal tersebut merupakan sebuah kehancuran bagi prajurit.

“Jangan coba-coba!” tegasnya.

Dirinya juga mengingatkan soal penggunaan media sosial. Kepada prajurit yang akan dilantik, dirinya berpesan agar tidak menjelek-jelekkan kawan melalui media sosial, dan menyebarkan berita hoax di media sosial.

Munib berpesan kepada siswa perwira agar media sosial dapat digunakan secara positif, penggunaan media sosial di lingkungan militer yaitu membuat grup peleton. “Kalian juga harus mengenal anggota kalian masing-masing” ujarnya seraya mengatakan agar siswa perwira nanti tidak hanya fokus dengan gawainya sendiri.

Kepada seluruh siswa yang akan dilantik agar seluruh prajurit nantinya harus pandai mengatur keuangan. “Jangan kalian nanti belum apa-apa sudah kredit motor,” ujarnya.

Saat ini tercipta lingkungan matrealistis, yaitu memandang uang sebagai segalanya. Munib mengatakan bahwa hal tersebut bukan budaya Bangsa Indonesia Dari Sabang sampai Merauke itu ada budaya gotong royong.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa kemanunggalan TNI dan Masyarakat merupakan satu kekuatan bagi NKRI. Maka dari itu, seluruh prajurit zeni harus memiliki ikatan yang kuat dengan rakyat.

Kepada siswa perwira Taruna dan dikcabpa zeni, Munib mengatakan agar nanti di tempat tugas tidak membeda-bedakan diri ungkap Munib “Kalian harus cepat maju! Rajin belajar dan berusaha untuk berbuat yang terbaik,” katanya.

Munib menekankan agar setiap prajurit jangan takut apabila ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia “Kalau ragu-ragu, kembali saja!” tegas Munib di Aula Sudirman, Pusat Pendidikan Zeni, Bogor, Jawa Barat.

Munib mengingatkan agar seluruh prajurit zeni menjadi prajurit yang tangguh yaitu memiliki jati diri TNI, pandai, terampil, memiliki fisik prima, pemberani dan pantang menyerah.

Pada kesempatan yang sama kepada Cendana News, Komandan Pusat Pendidikan Zeni, Kolonel (Czi) Jamallulael, S.Sos, M.Si mengatakan, “siswa Dikcabpa Zeni 2017 berjumlah sebanyak 50 orang, dan 200 siswa pendidikan kejuruan tamtama.”

Setelah memberikan pembekalan, Direktur Korps Zeni TNI-AD, Brigjend (TNI) M. Munib, S.IP akan menyematkan baret hijau korps zeni kepada siswa Dikcabpa Zeni dan siswa Dikjurta Zeni di lapangan Wira Yudha, Pusat Pendidikan Zeni, Bogor, Jawa Barat.

Direktur Zeni menyematkan baret hijau kepada perwakilan siswa yang telah lulus dari pusat pendidikan zeni/Foto; Fajar Nugroho.

Komentar