Dishub Lamsel Pastikan Armada Angkutan Liburan Mencukupi

LAMPUNG – Arus liburan masyarakat yang akan menuju ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera dan sebaliknya melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni menjelang hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2017 (Nataru) mulai meningkat. Terutama pengguna kendaraan angkutan umum jenis bus, travel, dan angkutan pedesaan yang ada di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni.

Irawan, personil Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan selaku kepala terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni menyebut, kenaikan arus liburan sudah meningkat sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.

Irawan, kepala terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. [Foto: Henk Widi]
Kenaikan arus liburan tersebut menurut Irawan, terlihat dari perbandingan jumlah kendaraan pengangkut masyarakat yang memasuki area terminal dari terminal Rajabasa kota Bandarlampung dengan jumlah rata-rata semua jenis kendaraan per jam pada hari biasa hanya sekitar 20 hingga 30 kendaraan.

Dalam dua hari terakhir sudah mencapai 80 hingga 100 kendaraan berbagai jenis. Bus, travel, kendaraan pribadi pengantar penumpang dan angkutan pedesaan disebutnya sebagian besar dipenuhi penumpang yang akan melakukan liburan di kampung halaman.

“Petugas kami melakukan pencatatan kenaikan signifikan dibandingkan hari biasa jumlah kendaraan angkutan umum yang masuk dan keluar terminal pelabuhan Bakauheni. Namun masih lebih kecil jumlahnya dibandingkan saat arus liburan Lebaran Idul Fitri bulan Juli kemarin,” terang Irawan, selaku kepala terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Kamis (21/12/2017).

Irawan yang mendampingi Kadishub Lamsel Badruzzaman menyebut, dengan dilibatkannya Dinas Perhubungan dalam operasi lilin Krakatau 2017 bersama dengan jajaran kepolisian dan instansi lain, ia memastikan langkah persiapan dalam penyiapan armada kendaraan umum sebagai salah satu kebutuhan vital penumpang yang turun dari kapal laut setelah menempuh perjalanan dari Merak Banten sudah diantisipasi jauh hari mengacu pada pengalaman angkutan liburan sebelumnya.

Armada angkutan umum berbagai jenis yang disediakan di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni, dijelaskan Irawan, berjumlah kurang lebih sebanyak 400 lebih kendaraan di antaranya bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) berjumlah sekitar 68 unit dari sejumlah perusahaan otobis (PO) dan dari Perum DAMRI, angkutan pedesaan (angdes) sebanyak 80 unit, travel dari sejumlah perusahaan travel sekitar 250 unit termasuk sejumlah kendaraan cadangan dari PO dan pemilik usaha travel, serta ojek konvensional sekitar 100 unit.

“Armada tambahan dari provinsi akan dikerahkan pada saat dibutuhkan sehingga masyarakat tidak khawatir tidak kebagian armada kendaraan saat arus liburan Natal dan Tahun Baru kali ini,” terangnya.

Semua jenis kendaraan yang akan melayani arus liburan Natal dan Tahun Baru telah menjalani proses pengujian dan ramcek kendaraan. Pengecekan yang dilakukan antara lain di terminal Rajabasa dan Bakauheni dilakukan dengan pemeriksaan administrasi berupa SIM dan dokumen kendaraan, pemeriksaan fisik kendaraan berupa ban, lampu, rem, kaca dan alat keselamatan di mobil sehingga setelah lulus uji kendaraan bisa layak jalan dengan tujuan menjamin keselamatan kendaraan, pengemudi, serta penumpang.

Kesibukan arus penumpang kendaraan bus, travel dan angkutan pedesaan mulai meningkat di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
Upaya mengetahui jumlah penumpang pengguna kendaraan umum, diakui Irawan, Dishub Lamsel selalu berkoordinasi denga Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI.A Bengkulu Lampung yang ada di Pelabuhan Bakauheni dengan BPTD wilayah VIII. A Banten untuk mengetahui manifest penumpang pejalan kaki yang naik ke kapal di Pelabuhan Merak Banten sehingga antisipasi kendaraan pengangkut bisa disiapkan.

Prediksi lonjakan arus penumpang pejalan kaki yang turun di Pelabuhan Bakauheni dari Pelabuhan Merak, disebut Irawan, akan terjadi dua hingga satu hari jelang hari raya Natal di antaranya Jumat (22/12) dan Sabtu (23/12). Untuk mengetahui data faktual penumpang Dishub selalu melakukan koordinasi dengan PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.

Prediksi tersebut mengacu pada tren libur sekolah, libur akhir pekan yang dipilih oleh sejumlah karyawan di wilayah Banten untuk berlibur ke Lampung sehingga penyiapan armada sudah disiapkan agar penumpang pejalan kaki bisa terangkut ke wilayah tujuan masing-masing. Sebagai antisipasi sebanyak 30 personil Dishub akan dikerahkan di Pelabuhan Bakauheni sekaligus membantu kelancaran arus liburan Nataru.

Selain fokus di pelabuhan Bakauheni, Irawan menyebut, personil Dishub juga akan dikerahkan di sejumlah titik wisata dengan jumlah sebanyak dua orang di titik wisata pantai Merak Belantung Kalianda, pantai Pasir Putih di Katibung, Menara Siger di Bakauheni dan sejumlah pasar mengantisipasi kemacetan karena lokasi tersebut berada di titik pertemuan antara Jalan Lintas Sumatera dan tempat keramaian.

Ia berharap angkutan liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berjalan dengan lancar dengan diterjunkannya personil gabungan kepolisian, TNI, serta berbagai instansi terkait termasuk Dishub.

Kendaraan travel angkutan antarkabupaten dan kota di Lampung menunggu penumpang di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...