Dishub Sikka Benahi Tata Kelola Perparkiran

Editor: Koko Triarko

31
Kendaraan yang parkir di areal pertokoan di Kota Maumere. -Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE – Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten Sikka mulai membenahi perpakiran di Kota Maumere, dengan melakukan pembinaan kepada para juru parker, agar bisa menjalankan tugas dengan baik melayani masyarakat.

“Selama ini, pemasukan dari jasa parkir kendaraan bermotor di sepanjang jalan di areal pertokoan Kota Maumere masih sangat minim dan selalu bermasalah. Saya sudah panggil semua petugas parkir dan mulai benahi dengan memberikan seragam dan tanda pengenal,” ujar Wilhelmus Sirilus, S.Sos., M.Si., Rabu (6/12/2017).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, S.Sos., M.Si. -Foto: Ebed de Rosary

Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Sikka ini kepada Cendana News mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan kepada dinasnya dalam setahun sebebsar Rp2,18 miliar. Target ini selalu tidak tercapai, karena banyak kendala yang ditemukan di lapangan.

Target tersebut lanjut, Sirilus, berasal dari jasa perpakiran dan juga pengujian kendaraan bermotor. Sampai awal Desember 2017 sudah mencapai hampir satu miliar rupiah. Bila sampai akhir Desember paling banyak 1,5 miliar rupiah saja atau setengah dari target saja.

“Saya telah memanggil semua juru parkir ke kantor, dan memberikan pembinaan, mulai dari cara menyapa dan bersikap kepada masyarakat hingga bagaimana harus menjaga barang-barang masyarakat yang ditaruh pada motor atau mobil agar tetap aman,“ tuturnya.

Kendaraan itu sendiri harus aman. karena masyarakat membayar retribusi dan petugas parkir harus memberikan karcis sebagai bukti pembayaran retribusi kepada setiap pengguna jasa parkir sebesar seribu rupiah untuk sepeda motor dan dua ribu rupiah untuk mobil.

“Semua petugas parkir kami rekrut yang baru dan berikan pembinaan terkait perilaku dalam menjalankan tugas. Kami juga berikan seragam sebagai identitas mereka, agar masyarakat tidak ragu seperti selama ini terjadi, sehingga banyak yang tidak mau membayar retribusi parker”, tegasnya.

Namun, kebijakan ini, lanjut mantan Kadis Pariwisata Sikka, baru bisa efektif berjalan pada 2018, sebab baru dilakukan pembenahan dan masih butuh evaluasi terus-menerus agar target yang dibebankan bisa tercapai.

Satu orang juru parkir nantinya wajib setor 100 ribu rupiah sehari, agar target 1 miliar rupiah setahun tercapai.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sikka, Gorgonius Nago Bapa, SE, memberikan apresiasi atas langkah yang diambil Kadis Perhubungan yang merupakan sebuah strategi untuk meningkatkan PAD. Terobosan- terobosan kreatif sangat dibutuhkan, agar target bisa dicapai.

“Saya harap terobosan dan strategi yang bagus ini dirawat dan dijadikan tradisi, sehingga masyarakat kita mendapatkan pelayanan prima, dan PAD kita dari sektor perparkiran juga meningkat pesat,” ungkapnya.

Gregorius berpesan, jangan sampai terjadi, permintaan anggaran untuk pembelian seragam dan kelengkapan lainnya bagi juru parkir yang sudah terealisasi tersebut tidak dibarengi dengan meningkatnya PAD dari sektor ini.

Komentar