Dishub Sumbar Antisipasi Kendala Natal-Tahun Baru

PADANG — Libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Terlebih dua hari libur tersebut posisinya di akhir pekan yang panjang. Dinas Perhubungan Sumatera Barat (Sumbar) pun telah melakukan persiapan, terutama mengatur pergerakan masyarakat ke luar daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran, mengatakan, bahwa pada dua momen tersebut, akan banyak aktivitas dan kegiatan keagamaan, dan banyak masyarakat yang akan mudik. Sementara untuk Lembah Anai merupakan jalur lalu lintas angkutan umum, pribadi yang perlu pengaturan pengamanan serta melakukan persiapan yang terkoordinasi secara efektif dan optimal.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Amran./Foto: M. Noli Hendra

“Kita telah menyediakan mobil derek di kawasan Lembah Anai. Sebab, mobil derek akan bisa mengatasi kemacetan yang disebabkan kendaraan rusak di kawasan Lembah Anai dan sekitarnya. Persiapan Natal 2017 ini mulai 24 hingga 25 Desember 2017, hanya dua hari saja,” katanya, Jumat (22/12/2017).

Di samping itu, pihaknya juga telah memeriksakan kelaikan Armada Angkutan Umum (AKDP/AKAP) serta Bus Pariwisata yang harus laik jalan/laik operasi. Kemudian, kesiapan fasiltas lalu lintas serta rambu-rambu keselamatan di jalur jalan yang akan menjadi jalur lalu lintas umum dan jalur menuju objek wisata.

“Tidak hanya Bus AKAP dan AKDP saja yang kita lakukan pengecekan, namun angkot juga kita cek, agar tercipta kenyamanan bagi penumpang angkutan umum. Bagi mobil angkutan penumpang dan orang yang dinyatakan sesuai aturan, akan dipasangi tanda berupa stiker Laik Jalan Angkutan Penumpang Umum Tahun 2017,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, meski pengamanan Natal 2017 hanya dua hari, namun Dishub Sumbar akan selalu monitoring dan melakukan penertiban hingga awal Januari 2018 mendatang, bersama Polda Sumbar dan Dishub di Kabupaten dan Kota. Ini bertujuan menciptakan rasa aman pada para pemudik dan mencegah hal-hal yang dapat mengganggu kondusivitas keamanan di wilayah hukum Provinsi Sumbar serta untuk memastikan kendaraan tertib berlalu lintas.

“Untuk pengamanan Tahun Baru 2018, akan kita mulai 29 Desember 2017 sampai 1 Januari 2018. Dishub juga sudah menyediakan armada angkutan darat layanan mudik AKAP dan AKDP sekitar 400 dan ditambah cadangan. Namun, jumlahnya tentu tidak sebanyak lebaran, untuk angkutan umum juga disediakan, tapi tidak dominan, karena yang lebih diminati kita rasa itu kereta api,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, untuk sosialisasi kelengkapan peralatan tersebut terus dilakukan, sehingga masyarakat sebagai penumpang semakin tahu harus bertindak apa ketika terjadi keadaan darurat. Ia meminta pengusaha angkutan mengingatkan pengemudinya berkaitan dengan masalah kelaikan dan keselamatan penumpang.

Selain itu, melihat adanya dua momen yang besar, juga diperkirakan kunjungan wisatawan lokal maupun nasional yang menikmati liburan di beberapa titik lokasi pasti akan mengalami peningkatan dari hari liburan biasa. Seperti halnya Kota Padang yang merupakan pusat ibu kota Sumbar juga mengalami lonjakan kunjungan.

“Karena liburan natal tahun ini libur lebih lama, ditambah lagi dengan tahun baru nanti. Kita yakin kunjungan wisatawan ke Kota Padang akan mengalami lonjakan. Diperkirakan 10 hingga 15 persen dari pada libur natal dan tahun baru tahun lalu,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Padang, Medi Iswandi saat dihubungi.

Dikatakan, momen liburan ini menjadi sebuah tolak ukur untuk meningkatkan pariwisata, khususnya Kota Padang. Apalagi, objek wisata yang ada di Padang telah banyak berbenah, sehingga wisatawan akan merasakan kenyamanan.

“Kita ingin menjaga kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke lokasi wisata yang ada di Kota Padang, sehingga pembenahan lokasi wisata seperti Pantai Padang, Pantai Air Manis, Bukit Gado-gado dan lokasi lainnya dilakukan. Selain itu, keamanan wisatawan saat berkujung juga ikut dijaga dengan tidak adanya tindakan pemalakan,” tegasnya.

Untuk itu, Medi menyatakan, wisatawan yang terkena pemalakan di lokasi wisata yang ada di Padang untuk melaporkan ke Dinas Pariwisata, maka petugas yang akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Sementara itu, untuk kunjungan wisatawan ke lokasi wisata, biasanya tergantung waktu. Medi mencontohkan, untuk ke Pantai Padang saja biasanya dari pagi dan sore hari. Sedangkan waktu siang lebih banyak dihabiskan di pulau-pulau.

Lihat juga...