Disparbud DKI: Pekan Desember TMII Selalu Dinanti-nanti Masyarakat

JAKARTA — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Tinia Budiarti mengapresikan acara Pekan Desember 2017 Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Pekan Desember ini, tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh semua anjungan untuk mempromosikan seni budaya dan mengangkat TMII menjadi destinasi pariwisata yang dibanggakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” kata Tinia dalam sambutannya pada Pekan Desember 2017 di Anjungan DKI Jakarta TMII, Jakarta, Minggu (24/12/2017).

Tinia berharap bukan hanya Pekan Desember saja, tapi setiap bulan gelaran seni budaya dan berbagai acara di semua anjungan dikumandangkan terus seperti masa-masa TMII zaman dulu. Sehingga bisa menggiring masyarakat datang ke TMII.

Pekan Desember ini, sebut dia, memang yang ditunggu oleh masyarakat. Karena memang tidak ada tempat lain seperti TMII, dimana generasi muda bisa mengenal berbagai budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Tinia berharap event dari masing-masing anjungan bisa terus ditingkatkan sehingga anak-anak mau datang ke TMII. Seperti Anjungan DKI Jakarta, sebut dia, bisa terus bersinergi dengan pengelola TMII untuk mewujudkan pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa.

“Anjungan DKI Jakarta yang kearifan lokal atau akar budayanya adalah budaya betawi. Maka suasana dan nuansana Betawi harus terasa, sehingga pengunjung terkesan dan mencintai,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiarti saat mengunjungi para murid SDN se-Jakarta yang sedang lomba masak nasi goreng di pelataran Anjungan DKI Jakarta TMII, Jakarta, Minggu (24/12/2017). Foto: Sri Sugiarti.

Tinia mengaku memang budaya berkembang sesuai dengan trennya. Tapi kata dia, pihaknya punya kewajiban untuk terus melestarikan kebudayaan asli terutama di Jakarta adalah kebudayaan Betawi. Ini harus dilestarikan dan kembangkan serta manfaatkan.

“Setiap tren budaya pasti ada daya tariknya sehingga kita berharap bahwa kebudayaan asli Jakarta (Betawi) tidak akan punah karena datangnya budaya-budaya kekinian yang menjadi tren anak-anak,” tegas Tinia.

Tentu tambah dia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus bekerja keras, bagaimana memberikan ruang kepada komunitas-komunitas seni budaya Betawi supaya mereka selalu melestarikan dan akhirnya dicintai oleh generasi muda.

“Ini kewajiban anjungan DKI Jakarta untuk mempromosikan budaya Betawi,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Tinia juga mengungkapkan, bahwa penampilan Anjungan DKI Jakarta akan ada perbaikan. Karena sebelumnya, jelas dia, anjungan ini memang dibangun ketika Jakarta masih sebagai ibu kota negara. Tapi sekarang Jakarta sudah sebagai provinsi sendiri.

“Jadi bangunannya juga harus memperlihatkan Jakarta sebagai provinsi DKI Jakarta. Kearifan lokalnya demi kemajuan modernisasi yang ada di Jakarta harus bisa merefleksikan di anjungan DKI Jakarta,” tukas Tinia.

Kini, lanjut dia, pihaknya sedang memikirkan dan mengkaji, apakah akan revovasi atau ditambah bangunan. Karena memang semakin hari semakin banyak yang ingin ditampilkan di Anjungan DKI Jakarta TMII, ini.

Lihat juga...