DKK Solo Waspadai Penyebaran Difteri pada Anak Usia 0-11 tahun

SOLO — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta mewaspadai penyebaran penyakit difteri di Kota Solo, Jawa Tengah. Antisipasi ini dengan meningkatkan koordinasi antar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), agar pemantuan lebih maksimal.

Kepala DKK Solo, Wahyungisih menyatakan, sejauh ini di Solo belum ada laporan yang menyebutkan adanya korban dan warga yang terserang penyakit difteri.

Kendati demikian, DKK terus memantau perkembangan dan laporan di tiap-tiap Puskesmas yang ada. Pihaknya menekankan agar ketika ada pasein yang diduga terserang penyakit difteri agar secepatnya melaporkan kepada dinas.

“Hingga hari ini belum ada korban atau pasein penyakit difteri. Pencegahan ini telah kita lakukan dengan gerakan imuniasai difteri,” kata Wahyungisih kepada Cendana News, Jumat (15/12/2017).

Gerakan imunisasi difetri di Kota Solo hasilnya sudah memuaskan karena diatas 90 persen. Capaian itu jauh di atas dari capaian minimal imunisasi yang berada diangka 70,8 persen.

DKK Solo mewaspadai penyebaran penyait difteri pada bayi usia 0-1 tahun serta anak usia 1-11 tahun. Usia itu, kata Wahyuning, menjadi rentan akan penyebaran penyakit difteri.

“Oleh karena itu sasaran imunisasi difteri ini adalah bayi di bawah 1 tahun hingga anak usia 11 tahun. Vaksin yang diberikan harus selalu melalui rantai dingin, agar tetap berfungsi maksimal. Percuma jika divaksin tapi tidak dampaknya,” tandasnya.

Ditambahkan, DKK Solo menekankan kepada masyarakat akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam mencegah mewabahnya penyakit tersebut. Sebab, dengan daya tubuh bagus dan kondisi kesehatan lingkungan juga diperhatikan, dapat meningkatkan kualitas imun agar tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Sementara Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan DKK Solo, Dwi Martyastuti menambahkan, selama lima tahun terakhir belum ditemukan kasus difteri di Solo. Meski demikian, DKK tetap mewaspadai adanya penyebaran penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diptheriae.

“Untuk itu perlu dilakukan pencegahan, salah satunya dengan imunisasi. Pemberian vaksin ini penting karena dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah terjangktnya penyakit difteri,” ujarnya.

Seperti disketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, penyakit difteri telah menyebar di 11 provinsi di Indonesia. Mulai dari Sumatera Barat, Aceh, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Lihat juga...