DLH Sumbar Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Melalui Lomba Menulis

PADANG — Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar lomba menulis untuk kategori wartawan, praktisi, pengamat lingkungan, industri pariwisata dan dunia pendidikan yang berada di Sumbar.

Palaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Siti Aisyah mengatakan tujuan digelarnya lomba menulis itu, sebagai upaya untuk mengajak dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih.

Agar para peserta memiliki konsep dalam menulis tentang lingkungan, DLH mengangkat tema “Indah Lestari Lingkungan Negeriku, Masyarakat Sehat dan Sejahtera”. Untuk itu, diharapkan kepada peserta bisa menyajikan persoalan-persoalan lingkungan yang selama ini tidak hanya berada di lingkungan pemukiman, tetapi turut membahas tentang lingkungan akibat aktivitas industri.

“Jadi dari temanya diberikan, nanti akan ada sub tema yaitu sinergitas dunia industri dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup daerah. Membangun wisata sadar sampah. Serta mengatasi bencana lingkungan dari hulu,” jelasnya, Rabu (20/12 /2017).

Ia menyebutkan, dengan kondisi lingkungan di Sumbar yang mungkin ada perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan yang bersih, tanpa ada dampak negatif bagi masyarakat sekitar perusahaan, juga bisa menjadi bahan menulis bagi peserta.

Seperti, perusahaan-perusahaan yang berhasil meraih proper hijau, serta sekolah-sekolah Adiwiyata, yang menarik untuk dikupas terkait cara menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih, juga bisa menjadi bahan untuk mengikuti lomba menulis tersebut.

“Saya berharap betul, melalui lomba ini DLH bisa mengetahui bagaimana kondisi lingkungan di Sumbar dari kaca mata si penulis. Untuk itu, silakan berkompetisi, karena ada total hadiah yang mencapai Rp30 juta. Serta untuk mengikuti lomba ini, tidak dipungut biaya apapun alias gratis,” katanya.

Sementara itu, Nita Indrawati yang merupakan salah seorang juri lomba menulis DLH menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin ikut lomba menulis tersebut, ada beberapa kategori peserta.

Pertama untuk wartawan, di sini bukan hanya wartawan yang ada di media lokal maupun nasional yang jurnalisnya berada di Sumatera Barat, tetapi juga untuk wartawan atau pers kampus serta yang ada tingkat sekolah-sekolah yang ada di Sumatera Barat.

“Jadi khusus untuk wartawan ini bahan lomba menulisnya harus dipublikas dulu dari, yang merupakan tulisan yang baru dari rentang waktu 15 Desember 2017 hingga 25 Januari 2018. Bentuk karya nya pun, berupa artikel, feature, dan opini. Dengan panjang tulisan 3 halaman ukuran kertas folio atau tulisan yang dibuat dengan jumlah 4.000 karakter,” paparannya.

Menurutnya, untuk ketentuan lomba itu, juga berlaku bagi kategori umum yakni praktisi, pengamat lingkungan, industri pariwisata dan dunia pendidikan. Namun, khusus untuk kategori ini, karya tulisannya tidak harus diterbitkan di media massa, akan tetapi cukup ditulis atau diketikkan saja.

“Bagi yang berkeinginan ikut lomba, bisa mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar yang berada di jalan Khatib Sulaiman No. 22 Padang, dengan menyertakan fotokopi ID Card/KTP beserta hardcopy. Sementara untuk softcopy bisa dikirim ke via email dlh@sumbarprov.go.id,” ucapnya.

Ia menegaskan, bagi peserta yang terbukti melakukan plagiat karya, panitia berhak membatalkan karya yang dilombakan peserta terkait. Hal ini mengingat, lomba menulis yang diikut sertakan harus sesuai dengan ketentuan kode etik jurnalistik.

Dikatakannya, panitia akan menunggu pengumuman karya lomba menulis selambat-lambatnya 25 Januari 2018. Dengan jumlah minimal satu karya tulisan untuk setiap peserta yang ikut dalam lomba menulis tersebut.

Untuk diketahui, pada lomba menulis Dinas Lingkungan Hidup ini, ada pada tiga momen, yang pertama Hari Sampah, Bukan Mutu K3, dan Hari Pers Nasional 2018 yang jatuh pada Februari 2018 mendatang.

Bagi pemenang akan mendapatkan hadiah Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta juara dua, Rp3 juta untuk juara tiga, dan enam orang nilai terbaik masing-masing mendapatkan Rp500 ribu.

Lihat juga...