DLH Sumbar Sosialisasi Pengelolaan Limbah Domestik

PADANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), memperkenalkan teknologi pengolah limbah domestik berupa digester biogas kepada instansi lingkungan hidup yang berada di kabupaten dan kota. 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Siti Aisyah, mengatakan perkenalan teknologi itu merupakan upaya untuk menghasilkan biogas yang bisa dilakukan oleh daerah-daerah yang ada di Sumbar.

“Jadi, biogas merupakan teknologi pembentukan energi dengan memanfaatkan limbah, seperti limbah pertanian, limbah peternakan, dan limbah manusia. Untuk itu kita perkenalkan tentang teknologi itu,” katanya, ketika dihubungi Cendana News, Rabu (13/12/2017) malam.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Siti Aisyah. -Foto: M. Noli Hendra 

Ia menyebutkan, perkenalan teknologi tersebut dilakukan pada siang tadi di Kota Payakumbuh dan turut dihadiri oleh sejumlah daerah lainnya. Perkenalan teknologi juga sebagai persiapan DLH Sumbar sebelum menyerahkan bantuan prasarana pengolah limbah domestik kepada instansi lingkungan hidup.

Menurutnya, biogas juga bisa menjadi energi alternatif, serta juga dapat mengurangi permasalahan lingkungan, seperti pencemaran sumber air dan tanah. Tidak hanya itu, hasil dari pembuatan biogas dapat dijadikan sumber energi serta sisa keluaran berupa lumpur (sludge) dapat dijadikan pupuk organik siap pakai.

Siti Aisyah juga mengatakan, sesuai rencana kerja tahun anggaran 2018, DLH Sumbar akan menyerahkan bantuan prasarana pengolah limbah domestik berupa digester biogas kepada masyarakat di Kota Payakumbuh, dengan mekanisme pemberian hibah sesuai dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2016.

Selain itu, sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat dengan Kepala Instansi Lingkungan Hidup empat Kabupaten/Kota yang dilintasi Sungai Batang Agam (Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, dan Kota Payakumbuh) tertanggal 12 Oktober 2017 lalu, salah satu kewajiban Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat dalam melaksanakan kegiatan percontohan pengelolaan limbah padat dan cair sumber domestik, untuk selanjutnya akan direplikasi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Digester merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menghasilkan biogas. Jadi, penggunaan digester ini perlu disosialisasikan, supaya berjalan sesuai rencana,” ucapnya.

Untuk itu, dalam rangka penyiapan masyarakat penerima bantuan dan memperkenalkan teknologi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan limbah dan pemanfaatan biogas kepada kelompok masyarakat yang potensial untuk dijadikan sebagai penerima bantuan prasarana pengolah limbah domestik berupa digester biogas.

Setelah sosialisasi dilakukan, masing-masing kelurahan yang tergabung dalam kelompok masyarakat peduli sungai (Kompas) binaan Dinas LH Kota Payakumbuh, diminta untuk menyusun proposal bantuan hibah untuk selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas LH Provinsi Sumbar dan akan dinilai kelayakannya.

“Ada tiga kelurahan nantinya yang akan dipilih salah satu sebagai lokasi pilot project kegiatan. Semoga bisa jadi pedoman,” ujarnya.

Siti Aisyah berharap, dengan pemberian bantuan nantinya, dapat menjadi salah satu role model pengelolaan sampah dan limbah sebagai solusi pengendalian sumber pencemaran khususnya Sungai Batang Agam.

Peserta dari perkenalan teknologi itu,  Syafrizal mengatakan, di Payakumbuh limbah ternak cukup banyak didapatkan, mengingat daerah tersebut banyak ternak sapi. Apalagi, soal pertanian, sawah-sawah cukup luas untuk daerah Payakumbuh.

“Saya pribadi sangat menyambut baik adanya teknologi itu. Karena, selama ini limbah ternak digunakan untuk pupuk saja, begitu juga untuk limbah pertanian,” katanya.

Kendati demikian, Syafrizal berharap, DLH tidak hanya sekedar memperkenalkan penggunaan teknologi digester. Tapi, turut memberikan pendampingan, mengingat hal tersebut merupakan sesuatu yang baru.

“Meski baru dimulai tahun depan, tentunya tidak hanya sekedar dikenakan lalu digunakan. Tapi, perlu dibina dan dievaluasi juga, biar mendapatkan hasil yang memuaskan,” tegasnya.

Lihat juga...