DPD Partai Golkar Padang: Titiek Soeharto Sosok Merakyat

PADANG — Pernyataan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung, yang menyebut Siti Hediati Hariyadi, Titiek Soeharto memenuhi persyaratan untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) Golkar, ditanggapi positif oleh DPD Partai Golkar Padang, Sumatera Barat. 

Ketua DPD Partai Golkar Padang, Wahyu Iramana Putra, ketika dihubungi Cendana News, mengatakan, Titiek Soeharto merupakan salah satu kader Golkar yang selama ini terlihat mendapat respon positif dari masyarakat, dan tidak terlibat kasus hukum.

“Saya lihat Ibu Titiek seorang kader yang layak jika menjadi Ceketum DPP Golkar. Tapi, di sini saya tidak ingin memihak kepada siapa pun, yang jelas siapa pun yang akan diapungkan oleh DPP Golkar, kami yang di daerah akan mendukungnya,” katanya, Senin (11/12 /2017).

Wahyu menyebutkan, baginya sosok Titiek merupakan kader yang dekat dan peduli dengan masyarakat. Terbukti, selama ini Titiek turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat, serta turut memberikan bantuan.

“Ibu Titiek mempunyai hak jika ingin masuk pada Caketum Partai Golkar. Begitu juga dengan kader lainnya. Tapi, bagi saya pribadi, saya tidak mau menyatakan saya harus mendukung si A dan tidak mendukung si B, yang jelas kader-kader Partai Golkar memiliki kader yang terbaik,” ucapnya.

Menurutnya, hal yang menjadi pemikiran utama di Partai Golkar ialah terkait Pilkada 2018 dan Pileg 2019, mendatang. Terkait siapa yang akan menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar, merupakan hal yang bisa diselesaikan oleh DPP.

“Kami di Sumbar ini atau DPD kabupaten dan kota belum lagi membahas soal Caketum Partai Golkar ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung, menyatakan Titiek merupakan tokoh DPP Golkar yang sudah sering ke daerah-daerah dalam kapasitasnya sebagai pengurus partai maupun dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI.

Dengan adanya kedatangannya ke daerah-daerah dan juga sekaligus mendengar aspirasi dari masyarakat, rakyat, dan para senior dan yunior di daerah, merupakan hal positif.

“Karena mendengar aspirasi itulah ada suatu keinginan dari mereka agar Titiek juga lebih aktif dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan juga kehidupan politik,” ujarnya.

Menurut Akbar, kesediaan Titiek untuk maju tidak terlepas dari asprirasi yang mengemuka. Selain itu, untuk menjadi Ketum juga menjadi hak setiap pemimpin Golkar.

Lihat juga...