Dua Wartawan Denmark Diserang Dengan Pisau di Gabon

LIBREVILLE – Seorang penyerang menggunakan pisau melukai dua orang wartawan Denmark di ibu kota Gabon, Libreville. Dari penyelidikan yang dilakukan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk balas dendam karena pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Saksi di lokasi kejadian menyebut, pelaku sempat meneriakan “Allahu Akbar” saat melakukan aksinya. Aksi penyerangan dilakukan terhadap dua orang wartawan National Geographic di pasar yang populer untuk souvenir turis.”Seorang warga Niger yang tinggal di Gabon menerjang mereka dengan pisau itu, kata Menteri Pertahanan Etienne Kabinda Makaga dalam sebuah pernyataan, Minggu (17/12/2017).

Setelah ditangkap, seorang tersangka yang disebut-sebut berusia 53 tahun dan telah tinggal di Gabon selama dua dekade mengatakan, bahwa Dia melakukan serangan balas dendam terhadap Amerika Serikat karena mengakui ibu kota Israel sebagai Yerusalem.  “Investigasi segera dilakukan di kantor jaksa penuntut umum Libreville untuk menentukan apakah tindakan penyerang merupakan aksi terisolasi atau konspirasi,” kata Makaga.

Gabon yang kaya minyak memiliki populasi Muslim kecil dan sebagian besar terdiri dari pekerja asing. Negara ini biasanya tidak dianggap sebagai negara berisiko tinggi untuk kekerasan berbasis agama. (Ant)

Lihat juga...