Ekonomi Kaltim Belum Pulih, Tren Penumpang Natal dan Tahun Baru Turun

BALIKPAPAN — Belum pulihnya ekonomi di daerah khususnya Provinsi Kalimantan Timur ternyata masih berdampak pada tingkat okupansi atau penumpang pengguna jasa transportasi udara pada perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Manajemen PT Angkasa Pura I Sepinggan Balikpapan memperkirakan terjadi penurunan penumpang selama angkutan liburan Natal dan Tahun Baru sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya.

GM AP I Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Handy Heryudhitiawan menjelaskan penurunan karena belum membaiknya situasi ekonomi di Kaltim. Hal itu berdasarkan pada jumlah penumpang yang terangkut pada Januari hingga November 2017.

“Kami lihat di Januari –November masih terjadi penurunan. Karenanya natal dan tahun baru diperkirakan turun dari tahun Sebelumnya,” ungkapnya usai pembukaan posko Natal dan Tahun Bandara di Bandara SAMS Sepinggak Balikpapan.

Samahalnya dengan jumlah penerbangan untuk liburan natal dan tahun baru 2017-2018 ini, jumlahnya diperkirakan sekitar 4200-an.

“Kami lihat pesawat juga ada penurunan khusus liburan natal dan tahun baru, ya. Tahun lalu 4.388 perkirakan kami 4200-an karerna sampai sejauh ini maskapai belum ada pengajuan penerbangan ekstra,” terangnya Senin, (18/12/2017).

Tahun 2016 jumlah penumpang yang diangkut baik keberangkatan maupun kedatangan melalui SAMS Sepinggan berjumlah 7,6 juta orang.

“Tahun ini diperkirakan turunnya ada puluhan ribu,” sebut Handy.

Pihaknya berharap ada kemajuan atau penambahan di akhir tahun. Namun mengacu pada data-data yang ada dan kondisi yang ada diperkirakan masih terjadi stagnan.

“Kami harap penumpang 479.223 kurang lebih 4 persen. Dan situasi 2018 akan lebih baik, apalagi komoditas unggulan Kaltim yaitu Batu Bara mulai membaik,” harapnya.

Dia berharap dengan membaiknya sektor batu bara akan banyak investor yang datang dan mengerek jumlah penumpang pengguna jasa transportasi udara.

Sementara itu, posko pelayanan penumpang liburan natal dan tahun baru dimulai dari 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018.

“Posko didirikan bersama instansi terkait seperti airnav, otoritas bandara, polsek, TNI AU, Basarnas dan lainya,” tutupnya.

Suasana Bandara Sepinggan-Foto; Ferry Cahyanti.
Lihat juga...