Eksistensi Gedung Bharata Purwa Lestarikan Seni Tradisi

JAKARTA —- Di seputar Terminal Senen, terdapat gedung pertunjukan seni tradisi wayang orang yakni Gedung Bharata Purwa. Meski sudah berusia tua, gedung yang terletak di Jalan Kalilio No 15, Senen, Jakarta Pusat itu, terlihat masih bagus dan terawat.

Kondisi gedung yang cukup terawat itu mematahkan pandangan kita yang menilai bahwa gedung-gedung tua untuk pertunjukan kesenian identik kusam, tak terawat dan tinggal kenangan.

Jadwal pertunjukan yang cukup padat, tak hanya pertunjukan wayang orang, juga pertunjukan lainnya, seperti ludruk kekinian, musik orkes masa kini, dan lain-lain yang menjadi bukti eksistensi Gedung Bharata Purwa melestarikan seni tradisi.

Dari pemantauan Cendana News, Gedung Bharata Purwa menggelar pertunjukan musik ‘Orkes Masa Kini’ dengan tema ‘Bollywood’, yang menghadirkan penyanyi Shreyamaya, Norman Kamaru dan Norman Divo, Senin (5/12/2017).

Adapun, untuk acara pertunjukan wayang orang yang digelar di Gedung Bharata Purwa masih terbilang ramai. Hal itu diungkapkan salah seorang sesepuh komunitas wayang orang Bharata Purwa, Marsam. “Alhamdulillah, masih ramai,” tuturnya penuh rasa syukur.

Lebih lanjut, Marsam, menerangkan selain masih eksis dan ramai pengunjung, gedung Bharata Purwa merupakan yang paling bagus dibanding gedung-gedung pertunjukan lainnya.

“Gedung ini bisa dibilang paling bagus dibanding gedung lainnya seperti gedung Miss Tjitjih,” ungkapnya.

Marsam juga menceritakan bahwa komunitas wayang orang Bharata berdiri pada tahun 1960-an. Ia menambahkan bahwa di zaman Gubernur Ali Sadikin, dirinya dan kawan-kawannya di komunitas wayang orang itu mendapatkan perhatian soal kesejahteraan.

Lihat juga...