Empat Bulan Pemain Rubin Kazan tak Digaji

Editor: Koko Triarko

51

KAZAN — Klub terlambat membayarkan gaji pemain mungkin sudah bukan rahasia lagi bagi klub sepak bola Tanah Air. Mayoritas klub pernah menunda pembayaran gaji pemainnya, karena problem finansial. Bahkan saat terjadi dualisme kompetisi, klub sampai melakukan rasionalisasi.

Rasionalisasi dilakukan dengan menurunkan angka yang harus dibayarkan kepada pemain. Cara itu dipilih, karena klub tidak bisa lagi mencari sumber dana lain untuk menutup pengeluaran. Tapi, apa jadinya jika hal ini terjadi di luar negeri?

Kasus gaji tidak dibayar kali ini datang dari Rusia. Salah satu kontestan Liga Utama negara Beruang Merah menunggak pembayaran gaji pemain untuk jangka waktu lama.

Klub yang menunggak hak pemain adalah Rubin Kazan. Informasi yang dilansir SportsMole menyebut, klub asal Kazan belum membayarkan hak seluruh pemainnya selama empat bulan terakhir.

Klub yang dimiliki Tatar-American Investment and Finance (TAIF) diyakini memiliki persoalan finansial yang sangat serius. Klub telah memberi tahu para pemainnya tentang kondisi sulit yang dihadapi. Klub tidak lagi memiliki dana untuk membayar gaji pemain.

The Telegraph melansir, bahwa problem finansial Rubin Kazan membuat para pemain berniat hengkang dari Kazan Arena pada bursa transfer Januari mendatang. Salah satu pemain yang bersiap hengkang adalah eks gelandang Arsenal, Alex Song.

Masih dilansir dari Telegraph, gaji yang tertunggak mencapai 10 juta poundsterling. Ironisnya, tidak ada indikasi, bahwa manajemen Rubin Kazan bakal segera membayarkan gaji yang tertunggak tersebut. Yang lebih menyedihkan lagi adalah karena presiden klub, Radik Shaimiev, terdaftar di urutan 88 sebagai orang terkaya di Rusia.

Komentar