Fadli Zon Apresiasi Buku ‘Indonesia Tidak Pernah Dijajah’

JAKARTA – Upaya pelurusan sejarah dari buku Indonesia Tidak Pernah Dijajah karya Batara R Hutagalung mendapatkan apresiasi dari Plt Ketua DPR Fadli Zon. Buku tersebut dinilai bermuatan pelurusan sejarah dari isi buku-buku yang selama ini beredar di bangku sekolah.

Fadli Zon menyebut, buku tersebut bisa membantu mencerahkan pemikiran. “Saya mengenal Pak Hutagalung sudah cukup lama, mungkin hampir 20 tahun. Waktu itu, ia termasuk aktif dalam Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) yang memperjuangkan salah satunya Rawagede untuk mendapatkan kompensasi,” tutur Fadli Zon selaku keynote speaker pada Peringatan Hari Bela Negara dan Peluncuran Buku, di Gedung Nusantara DPR RI, Ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/12/2017).

Perjuangan Batara bersama kawan-kawannya terhadap Rawagede akhirnya berbuah manis. Di 2011 Rawagede diakui sebagai sebuah peristiwa yang melanggar hak asasi manusia dan pihak Belanda harus memberikan kompensasi.

“Saya kira ini satu tonggak yang penting, karena baru kali pertama pihak Belanda mengakui peristiwa pada satu periode yang oleh mereka disebut periode politik 45-49. Sementara kita menyebutnya sebagai periode perang mempertahankan kemerdekaan, karena kita sudah menyatakan kemerdekaan,” tambahnya.

Fadli menyebut, saat ini Belanda masih belum mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah 17 Agustus 1945. “Mereka (Belanda) masih menulis bahwa Indonesia merdeka atau berdaulat pada 27 Desember 1949. Kalau mereka (Belanda) juga mengakui 17 Agustus itu maka ada banyak peristiwa kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Belanda pasca kemerdekaan sampai tahun 50-an banyak sekali,” tuturnya.

Kejahatan kemanusiaan tersebut mengakibatkan banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban, baik di peristiwa Rawagede maupun peristiwa-peristiwa lain sampai Westerling. “Kalau disimpulkan, jumlahnya mungkin bisa puluhan ribu yang menjadi korban agresi militer (Belanda) sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan,” imbuhnya.

Selain Fadli Zon, turut memberikan paparan mengulas buku karya Batara R. Hutagalung itu, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, Brigjen TNI (Purn) Dr. Saafroedin Bahar, dan guru besar FH Unhas Prof. Dr. Marthen Napang. Tampak hadir dalam diskusi yang dimoderatori Drs. Bambang Sulistomo tersebut, Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono yang juga berkesempatan memberikan sambutan.

Lihat juga...