Gancik Hill Top, Jendela Eksotisme Merbabu-Merapi

SOLO — Akhir pekan menjadi hal yang wajib untuk bisa berkumpul bersama dengan keluarga maupun rekan sejawat. Jika tengah berkunjung ke Solo, Jawa Tengah, ada eksotisme alam di lereng Gunung Merbabu, yang pasti memanjakan pengunjung.

Salah satu objek wisata ini adalah gancik Hill Top. Sebuah objek wisata yang akan memanjakan pemandangan alam nan indah dua gunung sekaligus, yakni Merbabu dan Merapi. Berada diketinggian 2000 MDPL, rumah bambu yang dilengkapi dengan menara pandang ini memang menjadi lokasi favorit bagi pengunjung yang “doyan” swafoto.

Eksotisme alam, baik sunres maupun sunset menjadi pilihan bagi banyak pengunjung yang ingin benar-benar memanjakan mata. Selain bisa menyaksikan matahari terbit dan tenggelam di antara dua gunung, Gancik Hill Top juga menyisakan pesona alam yang luar biasa.

Salah satu pengunjung, Erlina misalnya. Perempuan yang mengaku baru kali pertama datang ke lereng Merbabu itu mengetahui adanya objek wisata yang satu ini dari media sosial. “Banyak sekali traveler maupun warga medsos yang unggah di Gancik Hill Top. Penasaran, karena di foto-foto pemandangannya indah dan bagus,” kata dia kepada Cendana News, Minggu (10/12/2017).

Menurut Erlina, panorama pemandangan yang lebih indah terlihat jika berada di Gancik Hill Top jika sebelum terbit matahari. Sebab, berswa foto di jembatan objek wisata yang satu ini serasa di atas awan, karena kepulan kabut gunung sering turun. “Udara yang dingin dan sejuk menjadikan suasana gunung kian terasa,” urainya.

Erlina, salah satu pengunjung Gancik Hill Top Selo, Boyolali./Foto: Harun Alrosid

Untuk bisa sampai di objek wisata yang berada di Kecamatan Selo, Boyolali, Solo, Jawa Tengah, dapat menggunakan kendaraan roda empat, yang lebih diutamakan jeep ataupun kendaraan roda dua. Tiket yang bisa menikmati pemandangan seputar pegunungan Merbabu dan Merapi hanya Rp 7.000.

Gancik Hill Top yang dilengkapi gandu pandang setinggi 9 meter dari anyaman bambu ini kian membuat liburan akhir pekan bersama keluarga kian bersemangat. Objek wisata ini sendiri baru dibangun pada 2016 lalu, namun sudah sangat familiar di mata pelancong yang ingin menikmati suasana pegunungan.

“Wisatawan juga dapat melihat kegagahan gunung Merapi-Merbabu serta hamparan perkebunan khas pegunungan. Jika ingin menyaksikan tari tardisional, di sini juga menyediakan tarian topeng ireng, khas dari Kecamatan Selo,” tambah Arum Wahyu, salah satu penyedia jasa wisata di Boyolali.

Lihat juga...