Gandeng Siswa, KPP Pratama Cegah Korupsi Sejak Dini

SOLO – Perang terhadap korupsi terus digaungkan oleh pemerintah maupun berbagai institusi di bawahnya. Seperti yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, yang menekankan pencegahan sejak dini mulai dari diri sendiri.

Hal inilah yang ditekankan Kepala KPP Pratama Karanganyar, Iskandar Widodo dalam memperingati Hari Antikorupsi Internasional (HAkI), yang melibatkan seratusan siswa jenjang SMA di Bumi Intanpari.

Kampaye antikorupsi ini dilakukan dengan mengajak para pelajar untuk bisa berperan aktif dalam pencegahan tindak pindana yang sudah menjadi bahaya laten tersebut.

“Kami berkomitmen untuk tidak korupsi sejak berdirinya kantor ini pada tahun 2002. Yakni mencegah korupsi dimulai dari diri sendiri. Ini harus kita tanamkan sejak dini,” papar Iskandar Widodo pada awak media, Kamis (21/12/2017).

Pencegahan korupsi dari internal Pajak diawali dengan mentaati sistem kerja yang disesuaikan dengan teknologi informasi. Yakni sesuai prosedur stadar operasional pelayanan yang aman.

“Kalau tetap ada pegawai yang curang, artinya itu kebangetan. Apalagi sampai korupsi, parah itu namanya,” tekan dia.

Pelibatan siswa dalam peringatan HAkI tak lain untuk menanamkan integritas kepada generasi muda, untuk tidak korupsi. Melalui generasi yang jauh dengan kata korupsi, maka ke depan mereka bisa membangun bangsa dengan baik, sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa.

“Mumpung masih mengenakan seragam putih abu-abu, kita ajak berperan aktif untuk mencegah bahaya laten korupsi,” lanjutnya.

Sebab, tantangan generasi yang akan datang untuk tidak korupsi jauh lebih besar ketimbang dengan generasi sekarang. Saat ini korupsi yang seakan menjadi budaya, jangan sampai terulang di masa yang akan datang.

“Bagaimanapun korupsi tidak dibenarkan dan akan merusak moral bangsa Indonesia. Untuk itu, kita libatkan pelajar dari berbagai sekolah di Karanganyar,” tandasnya.

Ditambahkan, di akhir tahun ini KPP Pratama Karanganyar menyatakan jika realisasi pajak sudah mencapai 82 persen dari target semula. Dari wajib pajak 188 ribu di wilayah Karanganyar dan Sragen, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 1.564.207.465.667 .

“Itu per 21 Desember 2017. Kita usahakan bisa 100 persen hingga tutup tahun. Kami akan buka hingga 30 Desember,” pungkasnya.

Deklarasi pencegahan antikorupsi KPP Pratama Karanganyar. Foto: Harun Alrosid
Lihat juga...