Gas di Silokek Sijunjung Mulai Ditambang 2018

PADANG — Pengawas Internal Satuan Kerja Khusus (SKK)  Migas, Taslim M. Yunus, mengatakan potensi migas yang ada di Sumatera Barat (Sumbar) telah ditemukan caltex sejak 1982.

Seperti sumur gas yang berada di Silokek Kabupaten Sijunjung, yakni Block Sinamar yang mampu menghasilkan lebih dari 210 megawatt (MW).

Ia menyebutkan, sumur gas yang berada di Silokek tersebut dipastikan dieksploitasi pada 2018 mendatang oleh PT. Rizki Bukit Barisan. Sehingga gas yang disedot nantinya akan dikonversi menjadi tenaga listrik setara 210 MW. Hasil dari listrik itu kemudian dijual ke PLN untuk menambah kekuatan listrik jaringan Sumatera.

“Terdapat 3 sumur yang memiliki kandungan gas di Sijunjung. Namun, baru satu sumur yang dipastikan dieksploitasi. Untuk mengeksploitasi itu perlu menunggu persetujuan rencana pengembangan dari Menteri Energi Sumber Daya Mineral,” katanya, di Padang, Jumat (8/12/2017).

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan pada  waktu Taslim M. Yunus yang menemukan gas di Sinjunjung pada 1982 itu, memang belum bisa dikelola. Tapi, malah didiamkan karena dinilai tidak visible, tidak layak ekonomi mengingat wilayah Sumatera merupakan pegunungan, sehingga cost-nya akan mahal.

“Jadi, ketika itu yang dikembangkan yang di pantai Timur, karena daerahnya yang datar sehingga biaya murah dengan keuntungan yang banyak. Tetapi, sekarang karena gas itu bisa langsung untuk listrik,” katanya.

Untuk itu, Irwan menyatakan, intinya Sumbar nanti akan bergabung dengan PT. Rizki Bukit Barisan, karena Sumbar memiliki 10 persen keuntungan dari saham tersebut, dan 10 persennya akan dibagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi dan daerah.

Gas yang menjadi proyek adalah gas kondesat yang di tambangnya nanti akan memiliki listrik setara dengan 210 MW. Sedangkan dalam pengadaan tanah untuk eksploitasi migas di Kabupaten Sijunjung, Gubernur sangat mengapresiasi sikap dari Bupati Kabupaten Sijunjung yang menyatakan tidak ada masalah dalam pengadaan tanah.

“Saya sangat mengapresiasi pengadaan tanah di Sijunjung, meski kebijakan provinsi belum turun, bupati telah membereskan masalah yang ada,” ujarnya.

Irwan menyebutkan, dalam proses pengadaan tanah di Sijunjung yang terletak di pinggir jalan raya, telah dilakukan pembelian tanah milik ulayat dan juga tanah pribadi, sehingga saat ini tidak terjadi kendala.

“Target yang diminta untuk migas ada 3 titik, namun yang baru bisa di eksploitasi baru satu dan untuk migas yang dibangun di  Sijunjung juga berpotensi untuk pembangkit listrik,” tutupnya.

Lihat juga...