Geliat Wirausaha Anggota TNI Pasca Rehabilitasi

Editor: Satmoko

90
Tim Pusrehabcat Kemenhan RI bertatap muka dengan mantan anggota Pusrehabcat sekaligus melihat usaha ternak sapi. [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Tim Pusat Rehabilitasi Penyandang Cacat (Pusrehabcat) Kementerian Pertahanan RI dipimpin Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabidrehabsos) Pusrehab Kemenhan RI, Kolonel Kes Wahyu D Santoso, mengunjungi anggota TNI Angkatan Darat di wilayah Korem 043/Garuda Hitam, di antaranya di wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan.

Sersan Dua Sudarwanto, anggota Koramil 03/Penengahan dan Kopral Dua Nur Hidayat dari Koramil 08/Palas yang merupakan siswa binaan dari Pusrehabcat Kemenhan RI, menjadi contoh keberhasilan anggota TNI yang mengalami cacat fisik atau berkebutuhan khusus.

Sersan Dua Sudarwanto yang pernah menjalani pendidikan kursus pertanian terpadu di Pusrehabcat untuk anggota TNI yang mengalami cacat luka tembak mengaku, mengalami cacat fisik pada bagian tangan saat bertugas dalam operasi di Aceh. Dalam peristiwa bencana alam tsunami pada tahun 2004. Sebelumnya pada tahun 2000 pernah bertugas di Papua. Setelah mendapat kursus pertanian terpadu, ia mulai mengaplikasikan ilmu dalam bentuk pertanian terpadu dengan beternak sapi jenis limousin, peranakan ongole (PO) dengan jumlah awal 1 ekor. Saat ini berjumlah 6 ekor.

Kabidrehabsos Pusrehabcat Kemenhan RI Kolonel Kes Wahyu D Santoso bersama mantan siswa rehabilitasi Serda Sudarwanto dan Kopda Nur Hidayat anggota Kodim 0421/LS. [Foto: Henk Widi]
Cacat fisik sebagai anggota TNI diakuinya tak menghalangi untuk terus bekerja sekaligus mengabdi kepada masyarakat sebagai bintara pembina desa di Koramil 03/Penengahan dengan cara beternak sapi dan memelihara rumput gajah sebagai sumber pakan alami. Selain itu juga menanam berbagai jenis tanaman buah di antaranya matoa, pisang, serta berbagai jenis tanaman produktif lain yang dikerjakan di sela-sela tugas sebagai prajurit TNI.

Ternak sapi sekaligus beberapa usaha pertanian yang dikerjakan di sela-sela tugas sebagai anggota TNI merupakan hasil pendidikan selama mengikuti pendidikan pertanian terpadu di Pusrehabcat pada tahun 2011. Hasilnya sudah dirasakan hingga saat ini. Ternak sapi bisa dijual dengan harga Rp19 hingga Rp20 juta per ekor. Selain memberi keuntungan bagi keluarga, inspirasi pola peternakan terintegrasi dengan pertanian yang dilakukan oleh anggota TNI tersebut, juga menginspirasi masyarakat di tempat ia tinggal.

Tim Pusrehabcat melihat ternak sapi dan penanaman pohon matoa di lahan milik Serda Sudarwanto. [Foto: Henk Widi]
“Saya memulai beternak dengan satu ekor sapi. Selanjutnya dengan sistem inseminasi buatan sehingga jumlah ternak bertambah dengan sumber pakan yang cukup melimpah di wilayah tersebut,” terang Sersan Dua Sudarwanto, saat mendapat kunjungan dari Pusrehabcat Kemenhan RI di kediamannya. Sekaligus melihat ternak sapi yang dipelihara Rabu (6/12/2017).

Hal yang sama juga dialami juga oleh Kopral Dua Nur Hidayat, anggota Koramil 08/Palas yang pernah menjadi siswa akselerasi Pusrehabcat. Akibat cacat fisik pada bagian tangan kiri selama bertugas sebagai anggota TNI dan telah mendapat pelatihan dalam bidang usaha pengelasan.

Setelah mendapat pelatihan tersebut, Nur Hidayat menyebut, masih bertugas sebagai anggota TNI dan menjalankan usaha bengkel las dengan membuat pagar besi serta pembuatan teralis maupun keperluan las lainnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Pusrehab Kemenhan RI, Kolonel Kes Wahyu D Santoso, saat dikonfirmasi Cendana News ketika mengunjungi kediaman Sersan Dua Sudarwanto mengaku, kunjungannya bersana Mayor M. Bachri selaku Bagian Pembinaan Lanjut bagi mantan siswa Pusrehabcat dan Diah Purnamasari mengaku, terus memonitor perkembangan di lapangan para siswa rehabilitasi setelah kembali terjun ke masyarakat.

Kolonel Kes Wahyu DS menyebut, di wilayah Korem 043/Garuda Hitam, tim Pusrehabcat akan mengunjungi sebanyak 6 anggota TNI yang berada di wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan. Sebanyak lima orang dan satu di antaranya di Bandarlampung. Ia menyebut di Pusrehabcat setidaknya ada sebanyak 15 keterampilan yang diberikan kepada siswa rehabilitasi di antaranya bidang pertanian, pertukangan, olahraga dan bidang lain bagi anggota TNI penyandang cacat akibat kecelakaan saat melaksanakan tugas.

“Saya bangga setelah melihat siswa rehabilitasi bisa melakukan aktivitas normal meski secara fisik mengalami kekurangan. Kita berikan dukungan moral, psikologis supaya memiliki semangat hidup dan kepercayaan diri yang tinggi,” terang Kolonel Kes Wahyu DS.

Tindak lanjut ilmu yang diberikan selama mengikuti pendidikan Pusrehabcat di Jakarta dan di daerah, Kolonel Kes Wahyu DS melihat di setiap daerah potensi bimbingan wirausaha menyesuaikan dengan lokasi tempat tinggal anggota TNI. Misalnya menerapkan dalam bidang pertanian dan peternakan. Ia juga mengapresiasi anggota TNI siswa Pusrehabcat yang ikut melaksanakan program upaya khusus (upsus) swasembada pangan padi jagung dan kedelai (Pajale). Serta upaya khusus swasembada daging melalui program sapi indukan wajib bunting (siwab) yang memperlihatkan pelatihan terpadu dalam bidang pertanian yang telah diaplikasikan.

Tim Pusat Rehabilitasi Penyandang Cacat (Pusrehabcat) Kementerian Pertahanan RI yang dipimpin Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Pusrehab Kemenhan RI, Kolonel Kes Wahyu D Santoso, selain melakukan monitoring aktivitas mantan siswa rehabilitasi, sekaligus memberi dukungan dengan bantuan uang pembinaan untuk usaha. Misalnya bantuan berupa drum molase untuk pembuatan pakan sapi sistem fermentasi tetes tebu dan uang tunai yang  diberikan kepada Serda Sudarwanto dan Kopda Nur Hidayat sebagai bentuk membantu permodalan usaha dalam bidang peternakan maupun bengkel las.

Pemberian bantuan alat molase dan uang tunai kepada mantan anggota Pusrehabcat. [Foto: Henk Widi]

Komentar