Gubernur Bank Indonesia: Nilai Tukar Rupiah 2017 Stabil

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Dermawan Wintarto Martowardojo menjelaskan, secara keseluruhan nilai tukar mata uang Rupiah khususnya terhadap mata uang Dolar Amerika (USD) sepanjang 2017 cenderung menguat atau bisa dikatakan lebih stabil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 2016.

Agus Martowardojo juga menjelaskan bahwa salah satu penyebab menguatnya mata uang Rupiah disebabkan karena adanya komitmen dari Bank Indonesia (BI) untuk tetap mendukung terkait pertumbuhan perekonomian di Indonesia. BI tentu saja punya kewajiban untuk terus menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah dengan sejumlah mata uang asing lainnya.

Namun Agus Martowardojo juga mengingatkan meskipun nilai tukar Rupiah menguat khususnya terhadap US Dolar, Rupiah ternyata masih sempat mengalami pelemahan atau terdepresiasi sebesar 0,78 persen terhadap US Dolar. Ini membuat Rupiah menduduki peringkat kedua di bawah yaitu masih di bawah mata uang Yen Jepang (JPY) yang menduduki peringkat pertama.

Menurut Agus Martowardojo, meskipun Rupiah sempat melemah atau terdepresiasi sebesar 0,78 persen namun sebenarnya volatilitasnya masih baik dan tetap terjaga, yaitu masih berada dalam kisaran 3 persen atau jauh lebih baik jika dibandingkan dengan volatilitas Rupiah tahun sebelumnya yaitu 2016 yang masih berada dalam kisaran 8 persen.

Gubernur BI Agus Martowardojo juga berharap bahwa dengan semakin menguatnya nilai tukar Rupiah diharapkan ke depan akan mampu mendukung peningkatan perkembangan perekonomian nasional dan meningkatkan devisa penerimaan negara khususnya dalam bidang kegiatan ekspor maupun impor.

“Sepanjang tahun 2017, nilai tukar mata uang Rupiah memang sempat beberapa kali mengalami tekanan khususnya dengan mata uang Dolar Amerika atau US Dolar. Namun hal tersebut tidak sampai mempengaruhi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika atau US Dolar. Nilai tukar Rupiah tahun 2017 cenderung lebih stabil jika dibandingkan tahun sebelumnya atau 2016,” kata Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Menurut Agus Martowardojo, sepanjang 2017 khususnya pada Kuartal IV 2017, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika sempat mengalami tekanan akibat adanya sentimen negatif yang berasal dari luar negeri, salah satunya dipengaruhi kebijakan perekonomian Amerika Serikat selama berada dalam kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Lihat juga...