Gubernur: Peredaran Narkoba di Kalsel Mengkhawatirkan

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan peredaran Narkoba di daerahnya semakin mengkhawatirkan. Diperlukan upaya sungguh-sungguh dari seluruh komponen masyarakat untuk memeranginya.

Menurut Gubernur, perlu upaya-upaya masif dari seluruh pihak untuk memerangi peredaran obat-obatan terlarang. Upaya dilakukan baik itu dilingkungan masyarakat, tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi dan lainnya.

“Ancaman penyalahgunaan obat-obatan terlarang sudah semakin mengkhawatirkan, ini bisa menghancurkan generasi muda sebagai aset bangsa,” kata Shabirin usai melantik Prof Sutarto Hadi menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) Masa Bhakti tahun 2017-2019, Senin (25/12/2017).

Dalam rangka memberantas peredaran obat-obatan terlarang, pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait membentuk relawan-relawan antinarkoba. Upaya tersebut dilakukan di seluruh lini kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi melalui edukasi secara terus menerus dari insan akademis diharapkannya bisa membantu menekan jumlah korban narkoba.

Kampus sebagai lembaga pendidikan yang berisi kaum muda disebutkan Shabirin merupakan salah satu komponen masyarakat yang mampu melakukan penangkalan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. “Beberapa waktu lalu, saya juga telah melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) Kalsel, di Aula Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin,” sebutnya.

Shabirin menyebut, ibu pertiwi saat ini telah diserang oleh narkoba. Untuk itu perlu kekompakan semua komponen anak bangsa dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. “Wajib bagi kita untuk melakukan pencegahan dan memerangi segala jenis dan bentuk penyalahgunaan narkoba,” katanya. (Ant)

Lihat juga...