Gugah Apresiasi Seni dengan Sketsa

JAKARTA – Jika Anda suka menggambar sketsa atau ingin belajar membuat sketsa, datanglah ke Galeri Nasional Indonesia (GNI), yang letaknya persis depan Stasiun Gambir Jakarta.

Di sana Anda akan diberi kesempatan sebebas-bebasnya untuk unjuk kreativitas di program ‘Kamisketsa GalNas’. Sebuah program yang melibatkan secara langsung para pengunjung GNI dalam berproses kreatif atau menciptakan karya seni, khususnya sketsa.

“Saya sangat berminat ikut program Kamisketsa GalNas ini,“ kata Zakiya, salah seorang pengunjung yang datang dari Tangerang, kepada Cendana News.

Lebih lanjut, perempuan berjilbab yang masih menjadi mahasiswi Jurusan Teknik Industri, Universitas Mercu Buana Jakarta, ini menerangkan, bahwa di Semester 2 ada pelajaran Autocad. “Pelajaran tersebut menggambar bangunan atau instalasi pabrik sesuai dengan jurusan yang saya ambil, yakni jurusan teknik industri, “ terangnya.

Menurut Zakiya, orang tuanya adalah guru yang mengajar seni rupa di SMA PGRI Balaraja. “Makanya saya sangat berminat,“ ucapnya begitu sangat bersemangat.

Dari dulu Zakiya memang suka menggambar sketsa yang tanpa warna. “Saya suka menggambar hitam-putih. Orangtua juga mengajari saya menggambar,” paparnya dengan mata berbinar-binar karena saking senangnya menggambar.

“Saya pun sangat tertarik pameran-pameran yang digelar di GNI ini, “ ujarnya.

Zakiya salah seorang pengunjung yang datang dari Tangerang. Foto: Akhmad Sekhu

Ketika ditanya dari mana ia mendapatkan info program Kamisketsa GalNas ini? Dengan tenang, Zakiya memberikan jawaban, “Saya dapat informasi Kamisketsa GalNas ini dari teman yang merekomendasikan saya untuk datang ke acara yang sangat bagus ini.”

Membuat sketsa adalah bagian paling awal dari hampir semua pekerjaan karya seni. Langkah membuat sketsa ini juga sangat berpengaruh khususnya dalam menggambar dan melukis. “Jika sketsa yang dibuat tidak maksimal maka nanti setelah diolah lebih lanjut obyek yang dibuat akan terlihat jelek atau janggal entah bentuknya, proporsinya, atau karakternya. Karena itu pembuatan sketsa tentu harus kita kerjakan sebaik mungkin,“ paparnya.

Ada tips untuk membuat sketsa yang baik. Seperti pada bidang yang lain peralatan atau perlengkapan yang baik sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Dalam membuat sketsa juga demikian. Untuk membuat sketsa sebaiknya menggunakan pensil yang tidak terlalu tegas.

“Yang paling sering digunakan adalah pensil HB. Kadang saya juga menggunakan pensil H yang lebih samar dari HB. Kadar kepekatan pensil biasanya dikodekan dengan huruf H dan B,“ paparnya lagi berbagi tips.

Selain itu penghapus, serutan dan kertas yang baik juga perlu dipersiapkan. Adapun kertas yang digunakan bukan kertas yang biasa tetapi kertas khusus. “Saya cukup nyaman menggunakan kertas concord dan ivory dibanding kertas biasa,” bebernya.

Untuk membuat sketsa dengan pensil sebaiknya jangan menggores terlalu keras. “Cukup ringan dan tipis saja sehingga ketika ada yang salah lebih mudah untuk dihapus dan dibetulkan. Selain itu garis sketsa yang terlalu tegas akan tetap kelihatan ketika nanti diberi arsiran pada tahap menggambar berikutanya,“ ungkapnya mantap.

Zakiya berharap, dengan acara Kamisketsa GalNas ini, semoga masyarakat semakin tertarik untuk datang ke galeri nasional. “Harus ada terus program yang mendukung anak-anak muda yang suka seni, “ harapnya.

“Semestinya tak hanya di GNI, tapi program edukatif membuat sketsaa ini harus banyak lagi diadakan di daerah lain juga, “ tandasnya.

Selain untuk mewadahi antusiasme pengunjung, “Pameran Hasil Workshop KamiSketsa GalNas” merupakan sebuah bentuk peran GNI dalam memfasilitasi publik untuk terlibat dalam proses kreatif dan juga sebagai sarana pembentukan karakter sehingga menjadi pengunjung yang kreatif dan juga mampu merespon dengan baik situasi yang ada di sekitarnya.

Tubagus ‘Andre’ Sukmana, Kepala GNI, dalam keterangan tertulisnya, mengharapkan Pameran hasil workshop ‘Kamisketsa GalNas’ ini menjadi awal peran serta GNI dalam membentuk karakter masyarakat melalui ruang pamer dan ruang kreatif.

“Pameran ini juga diharapkan mamu memberikan motivasi dan inspirasi, serta memancing geliat berkarya rupa dan terlibat langsung dalam proses kreatif menciptakan karya seni rupa, khususnya sketsa, “ tutur Tubagus.

Pameran ini berlangsung 14-21 Desember 2017. Jangan sampai ketinggalan, asah kemampuan dalam menggambar sketsa atau ingin belajar membuat sketsa. Membuat sketsa itu penting karena jadi bagian paling awal dari hampir semua pekerjaan karya seni.

Lihat juga...