Guru Besar UGM: Rekayasa Pakan Pengaruhi Produktivitas

JAKARTA — Guru Besar Bidang Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Lies Mira Yusiati mengingatkan penting bidang rekayasa pakan secara signifikan juga mempengaruhi tingkat produktivitas manusia.

“Pakan yang dikonsumsi ternak secara signifikan terbukti dapat memperbaiki kualitas produk asal ternak yang akhirnya mempengaruhi produktivitas manusia,” kata Prof Lies Mira, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Prof Lies menjelaskan, ternak yang mengkonsumsi pakan bergizi akan menghasilkan produk-produk yang bergizi pula, seperti daging dan susu yang bergizi, sehingga peningkatan nilai nutrisi bahan pakan mutlak diwujudkan.

Dia menerangkan, karena kualitas pakan yang dikonsumsi ternak berdampak nyata bagi kualitas protein yang diperlukan manusia, maka upaya itu juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas kerja masyarakat menghadapi daya saing global.

“Kualitas protein diukur dari kesesuaian proporsi asam amino esensial dalam bahan pangan dengan proporsi asam amino yang diperlukan untuk pemenuhan nutrisi bagi tubuh,” ujarnya pula.

Protein itu, ujar dia, diperlukan manusia sebagai sumber asam amino untuk sintesis protein tubuh dan sumber nitrogen bagi sintesis senyawa nitrogen yang lain seperti asam nukleat dan hormon.

Namun saat ini, ia mengingatkan bahwa konsumsi protein masyarakat di Indonesia sangat rendah yaitu sekitar 56 gram/orang/hari.

“Bahkan jika dibandingkan pada kawasan ASEAN pun, angka ini masih tergolong sangat rendah,” ujar Prof Lies.

Data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat, konsumsi protein hewani di sejumlah negara lainnya adalah Amerika Serikat sebanyak 114 gram/orang/hari, Spanyol (108 gram/orang/hari), Inggris (104 gram/orang/hari), Malaysia (79 gram/orang/hari), Vietnam (72gram/orang/hari), dan Laos (61 gram/orang/hari).

Untuk itu, ujar dia, peningkatan konsumsi protein hewani bagi masyarakat mutlak diperlukan, agar kesehatan dan produktivitas masyarakat Indonesia terus meningkat.

“Implikasinya tentu akan meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia di kancah internasional,” katanya lagi.[Ant]

Lihat juga...