Hadapi Natal, PLN Kalianda Lakukan Perubahan Konstruksi

LAMPUNG — PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Rayon Kalianda, Lampung Selatan, dengan melakukan perubahan konstruksi jaringan Tegangan Menengah (JTM) di titik Simpang Gayam, Kecamatan Penengahan.

Supervisor Teknik PLN Rayon Kalianda, Arif Suharyadi, menyebut perubahan konstruksi dilakukan untuk memecah beban ke wilayah Kecamatan Ketapang yang selama ini cukup berat, sekitar 300 ampere sehingga dilakukan proses perubahan pada penyulang (feeder) jaringan tegangan menengah.

Arif Suharyadi, Supervisor Tekhnik PLN Rayon Kalianda Lampung Selatan saat proses perubahan dan perbaikan konstruksi penyulang di Penengahan. [Foto: Henk Widi]
Selama proses perubahan konstruksi tersebut, dilakukan pemadaman listrik untuk wilayah Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Bakauheni hampir selama tiga jam lebih.

Puluhan petugas PLN dari kantor jaga (Kaja) Ketapang dan Kaja Bakauheni dikerahkan untuk proses perbaikan penyulang untuk menyuplai beberapa gardu distribusi yang ada di wilayah tersebut, sehingga kebutuhan daya listrik ke konsumen lebih stabil.

“Kita lakukan perubahan konstruksi, sehingga perbaikan kabel dan isolator dilakukan pada penyulang, agar distribusi daya ke wilayah Ketapang tidak menyatu dengan wilayah kecamatan lain, imbasnya tentu akan membuat daya ke wilayah Ketapang lebih besar dibandingkan sebelumnya yang selama ini kerap dikeluhkan konsumen,” terang Arif Suharyadi, Senin (11/12/2017).

Arif Suharyadi menyebutkan, perbaikan konstruksi untuk memecah beban distribusi apalagi beban listrik wilayah Ketapang sudah sangat berat, terutama kebutuhan untuk Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, sehingga ia memastikan pascaperbaikan konstruksi penyulang tegangan menengah tersebut masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru tidak kuatir akan penurunan tegangan.

Arif juga memastikan terkait pemadaman listrik PLN selalu melakukan pengumuman kepada masyarakat beberapa hari sebelumnya, terutama berkaitan dengan pemeliharaan jaringan.

“Sebelum pemadaman listrik, terutama untuk pemeliharaan dan perbaikan jaringan, selalu kita umumkan ke media massa sehingga masyarakat bisa melakukan persiapan,” beber Arif.

Sementara itu dengan kondisi perubahan cuaca yang kerap mengakibatkan tumbangnya beberapa pohon atau dampak induksi keberadaan pohon yang menjuntai ke jaringan tegangan menengah, PLN Rayon Kalianda meminta kepada masyarakat untuk merelakan proses perampasan atau pemangkasan pohon.

Setiap kantor jaga diakuinya akan berkeliling setiap hari melakukan pemangkasan, karena imbas dari pohon yang tumbang kerap mengakibatkan pemadaman otomatis dan kerap tanpa ada pemberitahuan.

“Kami mengimbau juga kepada masyarakat untuk merelakan tanaman yang dimilikinya boleh dipangkas, agar tidak ada gangguan pada jaringan listrik yang imbasnya merugikan masyarakat juga,” kata Arif Suharyadi.

Petugas kantor jaga disebutnya akan mendatangi setiap rumah warga yang memiliki pohon untuk dipangkas. Petugas selalu meminta izin kepada warga pemilik pohon sebelum melakukan pemangkasan, karena saat musim hujan potensi induksi bisa terjadi dari ranting pohon yang menjuntai ke kabel jaringan tegangan menengah, khususnya kabel telanjang.

Lihat juga...