Hama Siput Serang Tanaman Padi di NTB

LOMBOK – Salah satu hama perusak tanaman padi yang membahayakan adalah hama siput, terutama siput warna kuning sebagai binatang pengerat tanaman padi yang baru ditanam dengan sistem tanam jajar legowo.

“Siput termasuk hama cukup berbahaya, karena menyerang padi yang baru ditanam dengan cara mengerat sehingga harus cepat diatasi, kalau tidak tanaman padi yang baru ditanam bisa rusak dan habis dikerat,” kata Kamariah, petani Kabupaten Lombok Tengah, Senin (25/12/2017).

Selain mengerat tanaman padi, siput juga banyak bertelur pada batang padi yang baru ditanam, sehingga akan mengganggu proses pertumbuhan padi, bahkan bisa mengalami kerusakan.

Menurut Kamariah, dalam satu areal sawah, jumlah siput sangat banyak dan bergerombo, mulai dari besar hingga kecil menyerbu dan menghinggapi tanaman padi, proses berkembang biaknya sangat cepat.

Fatimah, petani lain mengatakan, cara manual dan paling sederhana mencegah hama siput yang merusak tanaman padi adalah dengan mengeringkan air di areal sawah, baik yang hendak ditanami maupun yang telah ditanami padi. Supaya siput tidak banyak terdapat di areal persawahan.

“Sawahnya dikeringkan atau mengangkat siput yang berserakan di sawah. Kemudian dibuang atau ada juga warga yang menjadikannya sebagai sayuran dengan cara direbus kemudian isinya diambil dan digoreng,” katanya.

Ditambahkan, cara lain membasmi hama siput antara lain dengan cara meracuni, menyemprotkan obat pestisida, supaya siputnya mati di tempat. Tapi dampaknya, areal sawah menjadi bau dan amis, akibat bangkai siput yang mati.

Petani di NTB. Foto: Turmuzi
Lihat juga...