Harga Daging Ayam di Purwokerto Bertahan Tinggi

50
Ilustrasi/Foto: Dokumentasi CDN.

PURWOKERTO — Harga daging ayam potong di pasar tradisional Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bertahan tinggi, yakni pada kisaran Rp35.000 per kilogram.

“Sudah satu pekan ini harga daging ayam potong mencapai Rp35.000/kg. Kami hanya menyesuaikan harga saja, sehingga kalau dari distributor naik, kami ikut naik, kalau turun ya ikut turun,” kata salah seorang pedagang daging ayam, Siti Rahayu di Pasar Manis, Purwokerto, Rabu (6/12).

Ia mengatakan permintaan dari konsumen terhadap daging ayam potong relatif stabil meskipun harganya bertahan tinggi dalam satu pekan terakhir.

“Hanya saja penjualannya agak lambat. Biasanya saya jualan daging ayam potong sebanyak 10-15 ekor per hari dan akan habis hingga pukul 10.00 WIB, namun sekarang baru bisa habis sekitar pukul 12.00 WIB,” katanya.

Selain daging ayam potong, harga telur ayam ras di Pasar Manis juga bertahan tinggi dalam satu pekan terakhir, yakni pada kisaran Rp24.000/kg.

Salah seorang pedagang telur, Rasminah mengatakan kenaikan harga telur ayam ras hampir selalu terjadi setiap akhir tahun namun sekarang tergolong cukup tinggi.

Menurut dia, kenaikan harga telur ayam ras tidak semata-mata karena meningkatnya permintaan dari konsumen menjelang Natal dan Tahun Baru namun juga disebabkan banyaknya warga yang menggelar hajatan.

“Harga telur ayam setiap akhir tahun selalu naik namun kenaikannya tidak setinggi seperti saat menjelang lebaran. Saat sekarang kebetulan berbarengan dengan bulan Maulud sehingga banyak yang menggelar hajatan,” katanya.

Sementara di Pasar Wage, Purwokerto, harga daging ayam potong mengalami kenaikan dari Rp32.000/kg menjadi Rp33.000/kg, sedangkan telur ayam ras naik dari Rp22.000/kg menjadi Rp23.000/kg.

“Kenaikan harganya sejak awal pekan ini,” kata salah seorang pedagang daging ayam, Yoyon di Pasar Wage.

Kendati terjadi kenaikan harga, dia mengatakan permintaan masyarakat terhadap daging ayam potong relatif stabil.

Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas Didi Rudwiyanto mengakui jika terjadi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sehingga inflasi di Purwokerto pada November 2017 mencapai 0,39 persen.

Dia menduga kenaikan harga tersebut terjadi akibat kondisi cuaca yang sering hujan dengan intesitas tinggi sehingga berdampak pada distribusi.

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Berdasarkan pantauan kami di pasar, pedagang besar, maupun distributor, secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya (Ant).

Komentar