Harga Gabah Naik, Panen Petani Kulonprogo Diserang Hama Tikus dan Walang Sangit

YOGYAKARTA — Memasuki pertengahan bulan Desember ini, sejumlah wilayah di DIY mulai memasuki masa panen raya. Salah satunya di Desa Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo.

Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kulonprogo sendiri menyebut secara umum rata-rata hasil panen di wilayah Banjararum pada panenen kali meningkat dibanding sebelumnya. Namun ternyata masih ada sejumlah petani yang mengeluh hasil panennya menurun.

Seperti diungkapkan petani asal dusun Degan, Banjararum, Kalibawang, Suyono. Ia menyebut penyebab utama penurunan hasil panen padi di lahan miliknya kali ini adalah serangan hama. Baik itu hama walang sangit atau pun hama tikus.

“Panenan kali ini kurang bagus dibanding sebelumnya. Dari lahan seluas 2000 meter yang saya tanam, hanya dapat sekitar 25 karung atau 9-10 kwintal gabah kering panen. Padahal panenan sebelumnya bisa mencapai 32 karung atau 14 kwintal,” keluhnya.

Suyono menyebut merebaknya hama walang sangit itu terjadi akibat kondisi cuaca yang terus-terusan hujan. Hingga membuat walang sangit cepat berkembang biak. Hama walang sangit ini dikatakan biasanya menyerang padi yang berusia sedang, tepat saat awal musim hujan mencapai puncaknya beberapa waktu lalu.

“Selain walang sangit, hama dominan lainnya di sini adalah tikus. Hewan pengerat ini malah sudah mulai menyerang tanaman sejak benih. Bahkan ada lahan petani yang sampai rusak hingga 1/3 atau 1/5 nya karena ulah hama tikus ini,” paparnya.

Untuk mengatasi sejumlah hama tersebut, sejumlah petani sendiri mengaku sudah melakukan berbagai upaya mulai dari membersihkan pematang sawah agar tidak menjadi tempat sembunyi tikus hingga memberikan pestisida pengusir hama walang sangit.

“Disini sebenarnya juga sudah dikembangbiakkan predator alami tikus berupa burung hantu. Namun belum efektif membasmi tikus. Kalau gropyokan jarang. Kita berharap pemerintah bisa ikut membantu mengatasi hal ini,” ujarnya.

Sementara itu petani lainnya Sumpono menyebut meski hasil panen kali kurang memuaskan, namun harga jualnya terbilang cukup bagus. Harga jual gabah kering panen kali ini meningkat hingga Rp400 per kilo dari panenan sebelumnya. Ia pun berharap harga ini dapat terus bertahan hingga musim panen berikutnya.

“Untuk harga jual kali ini termasuk bagus. Panenan sebelumnya itu satu kilo gabah kering panen dihargai Rp4300 per kilo. Kalau sekarang naik jadi Rp4700 per kilo,” ujarnya sumringah.

Lihat juga...