Hari Terakhir, Jakarta Biennale 2017 Dibanjiri Pengunjung

JAKARTA – Pengunjung membanjiri hari terakhir penyelenggaraan Jakarta Biennale 2017  di Gudang Sarinah Ekosistem (GSE). Masyarakat sepertinya tak mau melewatkan kesempatan terakhir menikmati karya-karya seni terbaik sebelum Jakarta Biennale hadir kembali 2 tahun yang akan datang.  

Selama lima pekan Jakarta Biennale 2017 menghadirkan karya-karya seni rupa dari 51 seniman Indonesia dan mancanegara. Pada malam penutupan di GSE dipamerkan karya seni 12 finalist Go Ahead Challenge. Tampil pula hiburan sajian musik dari The Adams, Stars and Rabbit, dan Sisitipsi yang diiringi oleh alunan orkestra oleh Indra Perkasa Orchestra.

Salah satu pengunjung Tavina Tahito menyebut, kehadirannya di malam terakhir Jakarta Biennale 2017 dipengaruhi agenda malam penganugerahan. “Malam ini terakhir Jakarta Biennale 2017 dengan acara awarding night jadi pasti ramai sekali. Saya datang kesini sama teman-teman, “ kata Tavina Tahito, salah seorang pengunjung Jakarta Biennale 2017 kepada Cendana News, Minggu (10/12/2017) malam.

Mahasiswi jurusan arsitektur salah satu universitas swasta tersebut mengaku mendapatkan informasi Jakarta Biennale 2017 melalui akun media sosialnya. Melihat gelaran pameran seni rupa yang disajikan, Tavina menyebut biennale di Jakarta mengalami perkembangan. “Sebelumnya Jakarta Biennale hanya lukisan saja, tapi sekarang seni rupa,” tandasnya.

Di Jakarta Biennale 2017 salah satu senima lukis Ugo Untoro menampilkan sejumlah lukisan yang diilhami oleh ingatannya akan ibu. Sosok Ibu yang dia anggap hakiki dalam kehidupan. Dalam karyanya, digambarkan perjalanan waktu membuat relasi (hubungan) dengan yang hakiki ini bisa berubah-ubah.

Kejauhan dan kedekatan dengan yang hakiki mewujudkan sesuatu yang dinamis. Relasi itu seperti tarik-menarik antara seniman yang terus berproses mencipta karya seni dan karya seni itu sendiri. Pada suatu saat karya seakan tak dapat dilepaskan dari senimannya.

Lihat juga...