Hobi Naik Gunung, Jokowi Peduli Lingkungan

YOGYAKARTA – Sosok Presiden RI ke 7 Joko Widodo memang dikenal memiliki karakter khas nan unik. Selain dikenal sebagai pecinta musik rock, mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu ternyata juga memiliki hobi naik gunung saat masih menjadi mahasiswa.

Hal itu terungkap saat alumnus Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta itu menunjukkan foto-foto masa muda ketika masih berstatus mahasiswa, belum lama ini. Ternyata sang Presiden merupakan anggota mahasiswa pecinta alam yang kerap menjelajah sejumlah gunung di Indonesia.

“Pak Jokowi sering naik gunung. Karena hobinya dulu memang naik gunung. Saat masih jadi mahasiswa. Ini beberapa fotonya,” ujar salah seorang teman seangkatan Jokowi saat masih jadi mahasiswa di UGM, Bambang Supriambodo (57) sambil menunjukkan foto lawas kenangan mereka.

Sebagai mahasiswa Kehutanan sekaligus anggota Mapala, Presiden Jokowi, sejak muda dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Setidaknya itu menurut Bambang, kawan seangkatan yang kerap naik gunung bersamanya sewaktu masih mahasiswa.

“Seangkatan kami dulu itu kebanyakan laki-laki. Karena jomblo, maka sering naik gunung untuk mengisi waktu. Pernah sampai ke Kerinci. Kalau Merapi-Merbabu cukup sering karena dekat,” ujarnya.

Setiap naik gunung, diceritakan Bambang, Jokowi muda selalu menjaga kebersihan alam. Bambang bahkan mengaku pernah ditegur oleh Jokowi karena membuang sampah bekas bungkus mie instan secara sembarangan. Jokowi meminta agar sampah bungkus mie instan itu tidak dibuang melainkan ikut dibawa pulang dengan cara dimasukkan saku celana.

“Dulu kalau naik gunung kan sangunya (bekal-red) mie instan. Dimasak di gunung terus sampahnya dibuang begitu saja. Pak Jokowi dulu sering menegur teman-teman yang buang sampah sembarangan,” ungkap Bambang.

Tak hanya itu saja, dikatakan Bambang, sikap peduli pada lingkungan juga ditunjukkan Jokowi ketika ia pernah mengingatkan teman-temannya agar tidak mengambil bunga Edelweis setiap berada di puncak gunung. Bahkan saat teman-teman lainnya membawa pulang bunga itu, hanya Jokowi saja yang tidak mengambil bunga.

“Pak Jokowi bilang keindahan alam itu dinikmati saja. Cukup dilihat saja. Kalau kita bawa nanti di rumah layu akhirnya cuma jadi sampah,” kenangnya.

Meski berpostur kurus, sejak masih jadi mahasiswa hingga kini, menurut Bambang, Jokowi merupakan sosok yang cukup energik dan tidak pernah lelah. Jokowi bahkan dikatakan hampir selalu bisa mencapai puncak gunung terlebih dahulu dibandingkan semua teman-temannya. Termasuk saat mencapai puncak Gunung Kerinci, yang dikenal memiliki trek cukup sulit dan waktu tempuh sangat jauh dengan jalan darat dari Yogyakarta.

“Pak Jokowi itu energik banget dan hampir nggak pernah kehabisan tenaga. Kadang kita heran juga, sampai menjuluki dia tidak punya wudel (pusar),” katanya.

Presiden Jokowi sendiri Selasa lalu berkesempatan mengunjungi kembali tempat kuliahnya di Fakultas Kehutanan UGM. Ia datang sebagai Presiden, untuk memberi kuliah umum dalam puncak acara Dies Natalis ke-68 UGM di Yogyakarta. Selain bertemu teman-teman seangkatannya, Jokowi juga bertemu sejumlah dosennya, termasuk dosen pembimbing skripsinya, Kasmujo.

Salah satu foto Presiden Jokowi kala melakukan hobi naik gunung bersama teman-temannya dengan menaiki bus Damri saat masih menjadi mahasiswa Kehutanan UGM. Foto: Jatmika H Kusmargana
Lihat juga...