Iman Santoso, Penyandang Disabilitas Berkarya di Ranah TI

SOLO – Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya. Hal inilah yang menjadi penyemangat bagi Iman Santoso, untuk terus menggeluti ilmu Teknologi Informasi (TI).

Berbekal bakat dan ketelatenan, bapak satu putra inipun mampu berkarya melalui seperangkat alat lunak yang ada di komputer miliknya.

Iman yang tinggal di Perum Polri Gedongan Baru, RT 03, RW X, Desa Gedongan, Colomadu, merupakan satu diantara sekian penyandang Tuna Daksa yang ada di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Dilahirkan dengan fisik tak sempurna, tak membuat Iman berkecil hati untuk terus berkreasi meski awalnya hanya sekedar menyalurkan hobi.

Hasilnya pun tak mengecewakan, karena berawal dari coba-coba, kini Iman sudah mendapat sejumlah pesanan untuk membuatkan program ataupun website.

“Awalnya hanya diminta tolong teman minta dibuatkan portal. Saya coba-coba, karena sebelumnya tak pernah. Setelah beberapa kali coba, alhmadulillah jadi,” ungkap pria 38 tahun itu kepada Cendana News, Selasa (19/12/2017).

Dari situ, Iman mulai memperdalam dan mengembangkan ilmunya di bidang TI. Ia kemudian secara otodidak belajar bagaimana caranya coding, menyeting website. Tak hanya itu, untuk pekerjaan seperti servis komputer maupun laptop juga telah dikuasainya. Pria kelahiran Magelang, 24 Februari 1979 itu juga menguasai desain grafis, administrasi keuangan dan akuntansi, serta pengembangan website.

“Saat ini sudah ada orderan dari sejumlah perusahaan dan perseorangan. Saya percaya, jika apa yang kita dapat tak akan meleset dari kerja keras. Kuncinya adalah sabar dan telaten,” papar Iman.

Disebutkan, di zaman serba modern, penguasaan terjadap teknologi sangat penting. Terlebih bagi dirinya maupun rekan disabilitas lainnya. Dengan mengandalkan uluran tangan orang lain, menurut dia, bukan langkah untuk menyelesaikan persoalan. Kerja keras dan terus berkarya merupakan satu solusi, yang kemudian hari pasti akan mendapatkan hasil yang sebanding.

“Kalau tidak berkarya, bagaimana mau mencukupi kebutuhan hidup. Banyak orang yang memandang sebelah mata penyandang disabilitas. Namun ketika kita mampu menunjukkan pada dunia apa yang kita bisa, tentu ini akan menjadi nilai plus tersendiri,” imbuh alumi fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Dengan pengalaman yang dimiliki, Iman berharap penyandang disabilitas lainnya juga mampu berkarya dan mengangkat derajat mereka. Bahkan, dengan ketrampilan dan ilmu yang dimiliki, Iman mempersilakan bagi siapa saja yang ingin belajar ketrampilan dalam TI.

“Saya ingin mengajak kaum difabel lainnya untuk juga berkarya, apapun kemampuan dan kesukaannya. Di luar sana, saya yakin masih banyak teman yang jauh lebih pintar dari saya. Mari kita terus berkarya dan menunjukkan pada sesama bahwa kita mampu mewarnai perkembangan zaman saat ini,” urai dia.

Iman juga berharap, paradigma penyandang disabiltas dapat terkikis seiring dengan kreativitas yang mereka tunjukkan. Termasuk, era teknologi informasi semakin membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk bisa bersaing di dunia kerja.

“Bagi teman yang tertarik dengan TI, silakan datang untuk belajar bersama. Saya juga berharap, pemerintah kian memberikan perhatian, tidak hanya bantuan yang sifatnya sesaat, namun lebih kepada ketrampilan sebagai bekal di kemudian hari,” pungkasnya.

Iman Santoso, penyandang disabilitas yang berkarya sebagai programer komputer. Foto: Harun Alrosid
Lihat juga...