Indonesia Kecam Rencana Guatemala Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

6 Desember lalu Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kebijakan tersebut menjadi bentuk penentangan terhadap kebijakan AS selama beberapa dekade tentang Yerusalem. Keputusan tersebut membuat kemarahan dunia Arab serta sekutu Barat.

Status Yerusalem merupakan salah satu halangan paling sulit untuk mencapai kesepakatan damai antara Israel dan Palestina. Keduanya menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka. Masyarakat internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota tersebut, yang merupakan tempat suci bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen.

128 negara menentang Trump dengan mendukung resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tidak mengikat, yang meminta AS untuk menolak pengakuannya terhadap Yerusalem. Guatemala dan negara tetangganya, Honduras, adalah dua dari hanya segelintir negara yang bergabung dengan AS dan Israel yang memberikan suara untuk menentang resolusi tersebut di Yerusalem.

AS merupakan sumber bantuan penting bagi Guatemala dan Honduras, dan Trump telah mengancam akan memotong bantuan keuangan ke negara-negara yang mendukung resolusi PBB. (Baca: https://www.cendananews.com/2017/12/dukung-trump-guatemala-pindahkan-kedutaannya-ke-yerusalem.html) (Ant)

Lihat juga...