Indonesia Meminta PBB Bersidang Soal Jerusalem

43
Presiden Jokowi./Foto: Dokumentasi CDN

BOGOR — Pemerintah Indonesia meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) segera bersidang membahas pengakuan sepihak Pemerintah AS terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Pemerintah Indonesia meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (7/12).

Jokowi yang didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja dan Staf Khusus Presiden, juga menyebutkan dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

Indonesia meminta OKI segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak itu pada kesempatan pertama.

Di awal pernyataannya, Presiden Jokowi menyebutkan Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB di mana Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. “Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia,” katanya.

Ia menyatakan dirinya dan rakyat Indonesia, semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Presiden Jokowi juga menyebutkan telah memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia (Ant).

Komentar