banner lebaran

Indonesia Surplus Beras di Musim Paceklik

100

YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian memastikan hasil produksi beras pada musim panen bulan Desember 2017 di berbagai wilayah Indonesia berlangsung merata. Pada musim paceklik ini, Indonesia bahkan surplus sekitar 0,5 juta ton beras.

Sebanyak 1 juta hektare lahan pertanian tercatat berhasil melalukan panen raya dengan perkiraan hasil produksi mencapai 3 juta ton beras. Jumlah tersebut membuat Indonesia memiliki surplus beras sekitar 0,5 juta ton beras, mengingat kebutuhan beras di musim paceklik ini sekitar 2,5 ton beras.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Kementerian Pertanian, Riwantoro. –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Bisa dibilang saat ini sudah tidak ada lagi musim paceklik seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena dari bulan ke bulan produksi nasional beras kita merata. Di setiap tempat selalu ada panen. Dulu, saat musim paceklik kita impor, tapi sekarang kita justru ekspor, karena memang produksi kita melimpah,” ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Kementerian Pertanian, Riwantoro, saat meninjau langsung panen raya di bulak Genitem, Sidoagung, Godean, Sleman, Yogyakarta, Jumat (29/12/2017).

Bersama sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan DIY, Joko Pramono, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, Arofa Noor Indriyani, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suyamsih, Riwantoro, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring sekaligus menyerap aspirasi para petani.

Baca: Provitas GKP Gunungkidul Capai 7 Ton/ Hektare

Monitoring secara serentak di jajaran Kementerian Pertanian secara nasional ini, dilakukan untuk memastikan penyerapan hasil penan dan ketersediaan stok beras di musim paceklik, yang biasa terjadi pada bulan Desember, aman.

Kepala BPTP Balitbangtan DIY, Joko Pramono. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Kepala BPTP Balitbangtan DIY, Joko Pramono, menyatakan meski banyak muncul berbagai kendala mulai dari pengaruh cuaca buruk hingga serangan hama, hasil monitoring di sejumlah wilayah DIY sejak beberapa waktu terakhir, menunjukkan hasil produksi padi DIY pada panen raya bulan Desember ini terbilang bagus.

Menurutnya, hal itu tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan BPTP bersama pihak terkait, mulai dari penerapan teknologi pertanian, pemanfaatan bibit unggul baru hingga pendampingan bagi para petani.

“Sepanjang 2017 ini saja, kita telah menyalurkan sedikitnya 30 ton bibit padi varietas unggul baru yang tahan wereng. Kita juga aktif melakukan pendampingan-pendampingan bagi para petani, guna meningkatkan hasil produksi,” katanya.

Baca: BPTP DIY Turun Lapangan, Pastikan Panen Maksimal di Masa Kritis

Di bulak Genitem, Sidoagung, Godean, Sleman, dilakukan panen raya padi jenis Mekongga di lahan seluas 25 hektare. Panen raya dilakukan Kelompok Tani Sido Kumpul yang terdiri dari 105 petani.

Ketua Poktan Sido Kumpul, Jazari, menyebut hasil panen padi pada masa panen raya Desember ini terbilang bagus. Yakni, mencapai 7,5 ton per hektare gabah kering panen (GKP).

“Dibanding panen sebelumnya memang sedikit menurun. Sebelumnya itu mencapai 8 ton per hektare, sementara ini 7,5 ton per hektare. Namun, jika melihat sejumlah kendala mulai dari cuaca buruk hingga munculnya hama tikus dan walang sangit, hasil ini terbilang sudah sangat bagus,” jelasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.