Indra Yudhistira Ramadhan: Industri Pertelevisian Terancam Tumbang

CISARUA — Dulu pernah ada yang bilang kalau internet tidak akan membunuh media cetak, tapi ternyata kemudian banyak media cetak yang tumbang, sekarang industri pertelevisian terancam tumbang. Untuk itu, dari sekarang industri pertelevisian harus siap-siap beralih ke digital.

Demikian yang disampaikan Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP) inhouse production dari SCTV dan Indosiar, saat berbicara dalam Semiloka dengan tema “TV vs Digital” yang diadakan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia, di Cisarua, Puncak Bogor, beberapa waktu lalu.

“Saat ini televisi masih mendapat tempat di hati sebagian masyarakat. Tetapi ke depan, mungkin tidak lama lagi televisi juga akan tersingkir. Jadi televisi harus siap menghadapi kenyataan pahit ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Indra menerangkan, “Sepuluh tahun lalu media cetak masih berjaya, internet tidak dianggap sebagai ancaman. Sekarang televisi juga menghadapi ancaman.”

Saat ini Indonesia merupakan negara yang memiliki perkembangan pemakai internet terbesar di dunia, dengan pertumbuhan pemakai 19 %.

“Pengguna internet di Indonesia mencapai 103 juta orang pada tahun 2016, “ beber produser beberapa acara populer, seperti di antaranya Indonesian Idol, Indonesian Movie Awards, Stand Up Comedy Indonesia, D Academy, Indonesian Dangdut Awards.

Acara-acara yang diproduksi Indra hampir semua mendapatkan hasil yang baik. Reputasinya di dunia hiburan telah membawanya ke berbagai forum internasional sebagai juri yang terpercaya, termasuk di antaranya acara MTV Movie Awards, Asian Television Awards in Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura dan The 35th Emmy International Awards.

Menurut Indra, nilai e-commerce di Indonesia tumbuh 59% per tahun. Pengguna facebook 75 juta, BBM 62 juta, WA 40 juta dan pemakai Line mencapai 30 juta. “Tidak heran, jika Indonesia disebut sebagai ibukota sosial media, banyak trending topik dari Indonesia,” paparnya bangga.

Perkembangan pengguna internet pada gilirannya memang mengurangi kebiasaan orang menonton televisi. Sekarang orang menonton televisi semakin sedikit, mungkin nanti tidak sama sekali.

Anak-anak muda generasi milenial mengalihkan kebiasaannya menonton televisi ke komputer atau gadget. Generasi milenial hanya menonton program-program yang disukainya melalui youtube atau media online lainnya.

“Internet adalah sesuatu tentang kontrol yang dipegang oleh penggunanya. Kalau televisi tidak bertransformasi ke dunia digital, siap-siaplah gulung tikar,” ujarnya.

Indra menegaskan, “Masa senjakala televisi semakin nyata. Siapapun harus siap menghadapinya. Caranya harus mengenal dunia digital.“

“Televisi harus siap-siap beralih ke televisi digital agar tidak bubar. Jangan lupa terhadap perubahan dan perkembangan jaman yang sedemikian cepat lajunya, “ Indra kembali menegaskan.

Saat ini televisi di Indonesia memang masih mendapat tempat di hati sebagian masyarakat yang belum terbiasa dan masih sulit mengakses internet. “Tapi kalau teknologi 5G sudah masuk, dan menggunakan internet lebih cepat, kematian televisi akan lebih cepat,” tandasnya.

Lihat juga...