Investigasi Skandal 1MDB, Singapura Keluarkan Larangan Keuangan

SINGAPURA – Bank sentral Singapura mengeluarkan larangan pengelolaan perusahaan jasa dan layanan kesehatan kepada mantan Manajer Pengelolaan Kekayaan Bank Swiss BSI Yeo Jiawei. Larangan dikeluarkan sebagai lanjutan proses investigasi skandal dana abadi Malaysia 1MDB yang digagas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Pada Juli, pengadilan di Singapura menahan Yeo selama 4,5 tahun untuk kasus pencucian uang dan kecurangan dalam perkara aliran dana miliaran dolar dari dana abadi Malaysia 1MDB. Badan Moneter Singapura mengatakan mengeluarkan perintah larangan tetap terhadap Yeo, berlaku sejak Senin (18/12/2017).

Larangan yang sama juga dikeluarkan untuk mantan Kepala Eksekutif Firma Penasihat Keuangan NRA Capital Kevin Scully untuk masa tiga tahun. “NRA ditunjuk untuk melakukan penilaian pada PetroSaudi Oil Services Limited (PSOSL),” ujar Badan Moneter Singapura dalam siaran persnya, Selasa (19/12/2017).

Sementara itu Bank Sentral Singapura menilai, Scully gagal menjamin bahwa penilaian Badan Moneter Singapura terhadap PSOSL dilakukan dengan cukup hati-hati, perhitungan dan objektivitas.

Dengan dua perintah larangan terbaru tersebut, Otoritas Moneter Singapura telah mengeluarkan perintah larangan terhadap delapan orang, yang terlibat dalam pelanggaran terkait 1MDB. Bulan lalu tercatat sudah dua larangan yang dikeluarkan.

Proyek pribadi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak 1MDB menjadi subyek investigasi pencucian uang. Proses investigasi dilakukan setidaknya di enam negara termasuk Swiss, Singapura dan Amerika Serikat.

Namun demikian Najib Razak membantah telah melakukan pelanggaran. Bank sentral Singapura pada Mei mengatakan mengakhiri tinjauan dua tahun pada bank dengan transaksi berhubungan dengan 1MDB. (Ant)

Lihat juga...