Irak Gerakan Paramiliter ke Perbatasan Suriah

BAGHDAD – Kelompok Paramiliter Syiah Irak dikerahkan ke wilayah perbatasan Suriah. Kehadirannya dibutuhkan untuk membantu pasukan penjaga perbatasan yang mendapat serangan dari wilayah Suriah dalam tiga hari terakhir.

Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kejelasan pihak mana yang telah melepaskan tembakan dari wilayah Suriah tersebut. Namun paramiliter sebagai pasukan yang dibentuk untuk melawan kelompok IS di Irak dan Suriah memperkirakan, IS akan melakukan perang gerilya karena kehilangan markas pada awal tahun ini.

“Setelah beberapa kedudukan penjaga perbatasan Irak mendapat sejumlah serangan peluru kendali, dan cadangan pasukan keamanan datang terlambat, brigade ke-13 dari Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) dikerahkan dan akan menyelidiki darimana penembakan itu berasal,” kata komandan PMF untuk wilayah Anbar barat, Qassem Mesleh, dalam sebuah pernyataan, Sabtu (23/12/2017).

Komando operasi dan brigade infanteri disebut Mesleh saat ini berada di perbatasan Irak-Suriah. Posisinya menjadi penjaga perbatasan untuk menangkal setiap serangan atau gerakan musuh. “Kawasan tersebut tidak berada dalam jalur pengerahan PMF, namun itu adalah tugas kita untuk mendukung semua aparat keamanan untuk memastikan adanya keamanan,” tambahnya.

PMF adalah kelompok militer yang terbentuk atas dukungan Iran dan petempur Syiah yang terlatih untuk menghadapi gerakan IS. Mereka secara struktural bertanggung jawab kepada perdana menteri Irak namun terpisah dari militer dan polisi.

Sementara muslim Sunni dan Kurdi telah meminta Perdana Menteri Haider al-Abadi untuk melucuti senjata PMF. Kelompok paramiliter tersebut dinilai bertanggung jawab atas meluasnya penyalahgunaan wewenang terhadap masyarakat setempat.

Seorang juru bicara militer Irak Brigadir Jenderal Yahya Rasool membenarkan adanya pengerahan pasukan tersebut. Menurutnya, pengerahan yang dilakukan bersifat sementara, dan sangat normal karena itu adalah tugas PMF untuk mendukung pasukan pemerintah.

Pasukan Irak pada 9 Desember merebut kembali wilayah terakhir yang masih berada di bawah kendali kelompok IS. Di sepanjang perbatasan negara itu dengan Suriah dan mengamankan gurun barat. Kemajuan ini menandai berakhirnya perang melawan pemberontak, tiga tahun setelah pemberontak menyerbu sekitar sepertiga wilayah Irak. (Baca : https://www.cendananews.com/2017/12/irak-sebut-is-sepenuhnya-terusir-dari-wilayahnya.html) (Ant)

Lihat juga...