Irak Sebut IS Sepenuhnya Terusir Dari Wilayahnya

BAGHDAD – Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan bahwa pasukan Irak telah mengusir sisa-sisa terakhir IS dari negara itu. Keberhasilan tersebut setelah tiga tahun kelompok militan tersebut menguasai sepertiga wilayah Irak.

al-Abadi menyebut, pasukan Irak menguasai kembali kawasan-kawasan terakhir yang masih berada di bawah kendali IS sepanjang perbatasan dengan Suriah. “Panglima tertinggi @HaiderAlAbadi mengumumkan bahwa pasukan Irak telah menguasai gurun bagian barat dan seluruh perbatasan Irak Suriah, mengatakan ini menandai akhir dari perang melawan teroris Daesh dan mengusirnya dari Irak,” demikian kicauan laporan resmi pemerintah setempat mengutip pernyataan al-Abadi, Sabtu (9/12/2017).

Dalam kicauan terpisah kemudian, Abadi menyebut, pasukan berani mati Irak sekarang menguasai wilayah sepanjang perbatasan Irak-Suriah. Irak telah mengalahkan Daesh melalui persatuan dan pengorbanan. Sementara koalisi pimpinan Amerika Serikat yang mendukung pasukan Irak melawan IS mengucapkan selamat melalui kicauan.

“Koalisi mengucapkan selamat kepada rakyat Irak atas keberhasilan gemilang melawan #Daesh. Kami berdiri bersama mereka sebagaimana yang mereka tetapkan sesuai syarat-syaratnya bagi #masa depan Irak yang aman dan sejahtera,” demikian kicauan itu.

Daesh merupakan nama IS dalam bahasa Arab. Bulan lalu pasukan Irak merebut Rawa, kota terakhir yang dikuasai IS, dekat perbatasan Suriah. Mosul, ibu kota de facto kelompok IS telah jatuh pada Juli setelah kampanye sembilan bulan yang didukung koalisi pimpinan AS. Kota di bagian utara Irak tersebut luluh lantak akibat kontak senjata yang terjadi.

Raqqa, ibu kota IS di wilayah Suriah, juga jatuh ke pasukan koalisi pimpinan Kurdi dukungan AS pada September. Pasukan yang memerangi IS di dua negara itu sekarang melihat fase baru perang gerilya, sebuah taktik yang para militan telah tunjukkan.

Pemimpin IS Abu Bakr al- Baghdadi, yang pada 2014 telah menyatakan di Mosul pendirian sebuah khalifah Islam, mengeluarkan rekaman suara pada 28 September yang mengindikasikan dia masih hidup, setelah beberapa laporan ia telah tewas. Dia mendesak para pengikutnya untuk meneruskan perjuangan kendati mengalami kemunduran. Ia diyakini bersembunyi di padang pasir di kawasan perbatasan. (Ant)

Lihat juga...