Ishadi SK: Penonton TV Cenderung Menurun

JAKARTA — Kemajuan teknologi internet yang sedemikian pesat tampaknya begitu sangat berdampak pada eksistensi TV. Meningkatnya TV digital yang membuat TV FTA (free to air) kini semakin tersisih.

Jumlah jam menonton TV FTA cenderung menurun 13 menit per tahun. Rata-rata yang menggunakan internet dan desktop sekitar 5-7 jam per hari, sedangkan yang menggunakan TV FTA menurun menjadi 4 jam.

Dekian ungkap Ishadi Soetopo Kartosapoetra, Ketua Asosiasi Televisi Seluruh Indonesia (ATVSI).

Lanjut Ishadi lagi fungsi Komisi Penyiaran Indonesia yang merupakan bagian terpenting dari sistem penyiaran televisi di Indonesia.

“KPI memberikan masukan, arahan, dan memberikan punisment jika diperlukan, sehingga menghasilkan sebuah program penyiaran ke depannya yang lebih baik lagi, “ ujar Ishadi dalam acara ‘Refleksi Akhir Tahun 2017 KPI dan Ekspose Hasil Survey Indeks Kualitas Program Siaran TV’ di Hotel Grand Sahid Jaya, beberapa waktu yang lalu.

Kelahiran Majene, 30 April 1943 mengumpulkan masukan-masukan lima kelompok usaha penyiaran, yang terdiri dari MetroTV, Viva (ANTV dan Tvone), AMTEK (SCTV dan Indosiar), MNCTV (RCTI, GlobalTV dan MNCTV) dan Transmedia (TransTV dan Trans7).

“Pesan khusus pada KPI mengenai konvergensi, KPI adalah perwakilan masyarakat agar menjalankan tugas untuk mencerdaskan bangsa, memperkenalkan budaya Indonesia dan mempersatukan Indonesia. KPI bukan hanya hakim yang setiap kali menjatuhkan vonis, “

Gambaran situasi industri TV FTA (Free to air, yang menggunakan pemancar) di Indonesia, fakta jumlah penerbitan izin penyiaran terus bertambah akibat mudahnya pemberian izin penyiaran, TV nasional ada 10, TV berjaringan ada 8, TV digital sekarang ini sudah melebihi 200 mendekati 400.

“Kalau semua diberikan izin, tentulah akan menghadapi masalah, “ ungkapnya.

“Tidak semua akan survive karena memang TV hidupnya dari iklan, sedangkan kapasitas dan jumlah iklan dari tahun ke tahun semakin menurun, semakin terbatas, “ tegasnya.

Kemajuan teknoogi internet yang sedemikian pesat berdampak pada eksistensi TV. “Meningkatnya TV kabel membuat TV FTA semakin tersisih. Jumlah jam menonton TV FTA cenderung menurun 13 menit per tahun.

Rata-rata yang menggunakan internet dan desktop sekitar 5-7 jam per hari, sedangkan yang menggunakan TV FTA menurun menjadi 4 jam, “ bebernya.

Kemudian, munculnya media online juga menggambil porsi iklan dari TV FTA. “Internet dalam satu tahun meningkat berkali lipat. Sayangnya media online asing yang lebih banyak meraih iklan,

Minta dukungan KPI mengenai konvergensi antar semua media. “Khususnya, konvergensi antara media TV kabel dengan TV FTA. Anak-anak muda zaman sekarang sudah jarang menonton TV FTA, mereka lebih banyak menonton TV digital lewat internet, “ tandasnya.

Lihat juga...