Jelang Natal, Balitbang Kementerian PUPR Cek Ruas Jalinsum

LAMPUNG — Jelang angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, petugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Bina Marga melakukan pengecekan sejumlah titik ruas jalan Panjang menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (15/12/2017).

Pengecekan tersebut dilakukan dengan mengebor aspal pada bagian jalan yang selesai diperbaiki mempergunakan mesin core drill, untuk mengetahui kualitas jalan nasional di Provinsi Lampung mulai dari Pelabuhan Bakauheni menuju kota Bandar Lampung.

Kasmir, Penanggung jawab proyek perencanaan dan pengawasan jalan nasional wilayah II Provinsi Lampung Kementerian PUPR. [Foto: Henk Widi]
Penggunaan core drill aspal tersebut, kata Kasmir, Penanggung jawab proyek perencanaan dan pengawasan jalan nasional (P2JN) Wilayah II Provinsi Lampung Kementerian PUPR,  untuk menentukan dan mengambil sampel perkerasan jalan di lapangan, sehingga dapat diketahui tebal dan karakteristik campuran perkerasan aspal yang telah dikerjakan sejak Oktober, silam.

Beberapa petugas, di antaranya pencatat ketebalan mempergunakan jangka sorong, petugas pengebor mempergunakan mesin core drill, mobil pengangkut mesin core drill dikerahkan dalam pengerjaan pengecekan jalan tersebut.

“Pengujian dilakukan mulai dari titik perbatasan Kota Bandarlampung dan kabupaten Lampung Selatan di sejumlah ruas yang selesai diperbaiki untuk melihat  ketebalan, apakah sesuai dengan yang ditentukan atau tidak terutama, menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru,” terang Kasmir, saat ditemui Cendana News di Jalan Lintas Sumatera Desa Hatta Kecamatan Bakauheni, Jumat (15/12/2017) sore.

Ia memastikan, selama proses rehabilitasi jalan nasional sepanjang lebih kurang 80 kilometer tersebut, prosedur perkerasan telah dilakukan sesuai ketebalan minimum lapis perkerasan sesuai spesifikasi bina marga.

Proses perkerasan tersebut, kata Kasmir, telah dilakukan pada sejumlah titik di Kecamatan Katibung, Sidomulyo, Kalianda, Penengahan hingga Bakauheni, dengan prioritas jalan yang dibangun mempergunakan aspal. Sebab, di beberapa titik Jalinsum puluhan kilometer di antaranya dibangun dengan sistem rigid pavement.

Pengujian ketebalan aspal tersebut, jelasnya, tidak dilakukan pada sejumlah ruas lain, di antaranya tanjakan Tarahan di Kecamatan Katibung, tanjakan Sukabaru di Kecamatan Penengahan, tanjakan Gubuk Seng dan tanjakan Hatta di Kecamatan Bakauheni yang dibangun dengan cor beton, sehingga difokuskan pada sejumlah jalan yang dibangun mempergunakan aspal.

Secara umum beberapa lokasi yang tengah diperbaiki dengan proses penambalan, lanjut Kasmir, akan diselesaikan H-7 atau maksimal H-5 sebelum pelaksanaan angkutan libur Natal 2017.

Ahmad, salah satu petugas dari Balitbang Bina Marga yang bertugas mencatat hasil pengujian dan mendokumentasikan ketebalan aspal yang dibor mempergunakan mesin core drill aspal, menyebut hasil pengujian akan dicatat untuk dihitung rata-rata ketebalannya. Pengukuran dan pemeriksaan lanjutan disebutnya akan menentukan ketebalan nominal minimum aspal jalan nasional tersebut.

“Kita harapkan kualitas jalan nasional yang dibuat cukup baik, sehingga bisa dilalui untuk angkutan natal dan tahun baru dan lalu lintas masyarakat untuk distribusi barang dan orang mempergunakan Jalinsum ini,” terang Ahmad.

Pelaksanaan pengeboran aspal untuk pengambilan sampel yang akan dikerjakan hingga malam hari hingga perbatasan dengan wilayah Pelabuhan Bakauheni akan menjadi evaluasi ketebalan rata-rata aspal sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.

Standar perkerasan jalan yang sesuai dengan beban kendaraan yang melintas tersebut akan menentukan tingkat keawetan jalan nasional yang ada di Provinsi Lampung.

Lihat juga...