Jelang Natal, Harga Ikan Laut di Bakauheni Stabil

LAMPUNG – Mendekati hari raya Natal umat Kristiani 2017 harga ikan laut di pasar tradisional Bakauheni tidak mengalami perubahan terutama jenis ikan tangkapan nelayan yang melaut di sekitar perairan Selat Sunda.

Menurut Wawan (35) salah satu nelayan sekaligus pengepul ikan di dusun Muara Piluk Bawah Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni, sejak sepekan terakhir ia menyebut harga ikan masih stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan. Meski hasil tangkapan ikan nelayan setempat mulai meningkat pasca cuaca buruk.

Hamdan salah satu penjual ikan keliling menggunakan kendaraan roda dua. [Foto: Henk Widi]
Ia menyebut, pasca cuaca buruk sejumlah nelayan bagan congkel dan nelayan tangkap rawe dasar di wilayah tersebut sudah mulai melaut dengan hasil tangkapan ikan berkisar 50 kilogram hingga 80 kilogram dan langsung ditampung di sejumlah box fiber sebelum dijual ke pedagang keliling dan sejumlah pasar tradisional.

Harga ikan laut disebutnya belum mengalami kenaikan karena permintaan belum tinggi hasil tangkapan ikan juga belum maksimal.

“Beberapa nelayan memang sudah melaut namun saat ini masih musim ikan teri, jenis ikan lapeh, dan ikan kuniran yang banyak dipergunakan masyarakat untuk konsumsi warga. Sebagian dibeli oleh para penguasaha kuliner sea food di sepanjang Jalan Lintas Sumatera,” terang Wawan, salah satu nelayan di Dusun Muara Piluk Bawah Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni, saat ditemui Cendana News tengah melakukan proses pemilihan ikan yang akan dibeli oleh para pedagang ikan keliling, Selasa (19/12/2017).

Harga ikan yang kerap dijualnya langsung kepada konsumen disebutnya berupa ikan cumi-cumi kecil seharga Rp40.000 per kilogram, ikan lapeh Rp30.000 per kilogram, ikan kakap merah Rp50.000, ikan manyung Rp20.000 per kilogram, ikan tenggiri Rp55.000 per kilogram, ikan kuniran Rp30.000, ikan tanda tanda Rp40.000 per kilogram, ikan simba Rp40.000 per kilogram dan ikan tengkurungan Rp20.000.

Serta sejumlah ikan lain jenis ikan teri dengan harga Rp100.000 per kilogram. Ikan tersebut diakuinya banyak dibeli oleh masyarakat untuk konsumsi dan pembuatan kuliner diantaranya empek-empek, tekwan dan kerupuk ikan.

Berbagai jenis ikan yang dijual oleh nelayan di Muara Piluk sebagian dikirim ke sejumlah pasar. [Foto: Henk Widi]
Harga ikan yang masih stabil tersebut diakui Wawan membuat masyarakat banyak membeli ikan untuk konsumsi harian sehingga stok ikan yang diberi dari sejumlah nelayan yang dikumpulkannya mencapai 100 kilogram hingga 200 kilogram sering habis jelang sore hari. Sebagian besar ikan dibeli oleh pedagang ikan keliling untuk dijual kembali.

Beberapa ikan jenis ikan tambang dan gurita bahkan dibeli oleh nelayan sebagai umpan dengan harga Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram sebagai umpan untuk menangkap ikan-ikan predator.

Harga ikan diprediksi baru akan mengalami kenaikan justru menjelang pergantian tahun baru. Seperti pada tahun sebelumnya dengan kebiasaan masyarakat di wilayah tersebut yang melakukan tradisi bakar ikan bersama keluarga pada malam pergantian tahun baru bahkan saat tahun baru.

Kenaikan harga ikan disebutnya bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram dengan tingginya permintaan untuk konsumsi masyarakat terutama jenis ikan yang kerap dibakar jenis ikan Simba dan ikan Tengkurungan.

Hamdan, salah satu penjual ikan keliling dan kerap berjualan di pasar tradisional Bakauheni dan Ketapang menyebut, meski permintaan akan ikan masih sepi namun harga masih stabil dan belum mengalami kenaikan.

Ia menyebut pasokan ikan yang masih cukup banyak dari nelayan bagan congkel, rawe dasar, jaring lilit membuat harga ikan cukup stabil. Ia bahkan menyebut dekatnya wilayah Penengahan, Ketapang hingga Bakauheni membuat stok ikan selalu tersedia dalam kondisi segar.

“Sebagian besar warga banyak memilih membeli ikan saat pagi hari karena nelayan banyak sandar di dermaga Muara Piluk dengan ikan yang masih segar,” terang Hamdan.

Sejumlah pedagang besar disebutnya bahkan mulai menyiapkan stok jenis-jenis ikan yang akan dibakar dan permintaan kerap meningkat saat malam pergantian tahun baru. Kenaikan harga ikan tersebut diakuinya sekaligus memberikan keuntungan bagi nelayan pasca terimbas cuaca buruk. Sementara dalam beberapa hari kondisi cuaca cukup baik meski arus laut cukup kencang sehingga nelayan memilih melaut di sekitar pulau yang terlindung dari arus kencang.

Ikan kuniran salah satu jenis ikan yang banyak dijual oleh nelayan di pantai Muara Piluk Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...