Jelang Natal, Harga Sembako di Banjarmasin Fluktuatif

Editor: Satmoko

57
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kalsel, Dina Aulia Mangkusari saat inspeksi mendadak di Pasar Sentra Antasari, Kota Banjarmasin, Jumat (8/12/2017). Foto: Diananta P Sumedi

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan mengecek pasokan kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kota Banjarmasin.

Pantauan harga ini mengantisipasi gejolak harga menjelang Natal dan tutup tahun 2017. Dari pantauan lapangan, harga komoditas kebutuhan pokok cenderung fluktuatif di Banjarmasin.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Kalsel, Dina Aulia Mangkusari, mengatakan ada kemungkinan harga-harga bahan kebutuhan pokok melonjak jelang pergantian tahun.

“Memang ada, yakni komoditas telur dan beberapa jenis sayuran. Namun dari pantauan kami kenaikannya tidak terlalu signifikan dan membebani masyarakat,” ujar Dina di sela inspeksi di Pasar Antasari Kota Banjarmasin, Jumat (8/12/2017).

Menurut dia, penyebab kenaikan harga akibat menurunnya suplai dari daerah penghasil. Selain itu persoalan tingginya permintaan juga memicu terjadinya kenaikan harga di pasaran.

“Kan sekarang lagi musim hujan, akibatnya produksi telur jadi menurun. Disatu sisi permintaannya naik karena pas betepatan dengan bulan maulid,” ungkapnya.

Untuk jenis sayuran, kenaikan signifikan pada jenis tomat dan cabai rawit karena musibah banjir yang terjadi di daerah pulau Jawa, sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen. Untungnya, kata dia, hanya dua jenis sayuran tersebut yang mengalami kenaikan. Adapun jenis sayuran lain masih terpantau stabil.

Selain itu, Disdag Kalsel gencar membuka iven pasar murah di beberapa titik bersama distributor untuk menekan gejolak harga kebutuhan pokok. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapat berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, karena didatangkan langsung dari distributor.

Menurut Dina Aulia, cara ini sekaligus menekan praktek curang oknum pedagang yang memainkan harga saat permintaan naik. Ia optimis sampai tutup tahun nanti harga komoditas bahan pokok di Banjarmasin dan Kalsel bisa terkendali. Kalau pun ada kenaikan, tidak terlalu besar.

Salah satu tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Kalsel, Komisaris Herminanto, mengingatkan para pedagang tidak menaikkan harga jual yang berlebihan kepada masyarakat jelang Natal dan tahun baru.

Apabila ditemukan pedagang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Herminanto siap memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan. Pihaknya terus memantau ke lapangan bersama anggota. Ia mengaku belum menemukan pedagang nakal yang menjual kebutuhan pokok di atas HET.

Dari hasil sidak di Pasar Tradisional Sentral Antasari Banjarmasin, sejumlah harga komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga, seperti telur ayam ras dari Rp 18.000/Kg menjadi Rp 23.000/Kg, telur itik dari Rp 1.900/biji menjadi Rp 2.300/biji, dan telur puyuh dari Rp 300/biji menjadi Rp 350/biji.

Sementara untuk jenis sayuran, seperti tomat dari Rp 8.000/kg menjadi seharga Rp 12.000/Kg, cabai rawit dari Rp 50 ribu/kg menjadi tembus Rp 60.000/Kg, dan cabai keriting dari seharga Rp 25.000/Kg kini menjadi Rp 30.000/Kg.

Adapun komoditas bahan pokok yang malah mengalami penurunan harga di antaranya gula pasir dari Rp 12.000/Kg menjadi Rp 11.500, minyak goreng curah dari Rp 11.000/liter menjadi seharga Rp 10.500/liter.

Sedangkan jenis komoditas bahan pokok yang masih normal harganya, di antaranya beras unus dijual Rp 13.000/liter, beras mutiara sebesar Rp 10.000/liter, beras siam sebesar Rp 9.000/liter dan beras ganal Rp 8.000/liter. Lalu ada juga komoditas tepung terigu yang masih dijual Rp 8.000/Kg.‎

Komentar