Jelang Natal, Pengguna SPBU di Jalinsum Meningkat

LAMPUNG – Arus liburan sekolah menjelang hari raya Natal 2017 dengan volume kendaraan yang sudah terlihat meningkat berdampak signifikan bagi penyediaan bahan bakar minyak (BBM) pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung.

Peningkatan permintaan pada sejumlah SPBU tersebut diantaranya SPBU coco 21.101.02 di Desa Kekiling, SPBU 24.355.108 Kecamatan Penengahan, SPBU 24.355.64 Garuda Hitam dan SPBU 24.355.85 bawah Menara Siger Bakauheni.

Andi, salah satu petugas operator dispenser bahan bakar Pertalite di SPBU 24.355.64 Garuda Hitam menyebut, tingkat permintaan akan bahan bakar disebutnya mulai terjadi sejak tiga hari terakhir dengan dominasi konsumen yang mengisi bahan bakar di lokasi tersebut sebagian merupakan kendaraan roda dua, roda empat dari wilayah luar Lampung. Seperti Jakarta, Bandung,J awa Tengah dan beberapa di antaranya dari wilayah Sumatera Selatan yang melintas menuju Pelabuhan Bakauheni.

“Arus kendaraan memang sudah terlihat dari arah Pulau Sumatera yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa melalui pelabuhan penyeberangan Bakauheni di antaranya mengisi bahan bakar di SPBU kami. Sebagian merupakan warga lokal di sekitar sini, stok mencukupi dan jarang ada antrian panjang,” beber Andi, salah satu operator dispenser bahan bakar pertalite di SPBU 24.355.64 Garuda Hitam Kecamatan Bakauheni saat ditemui Cendana News, Rabu (20/12/2017).

Nugroho (kanan) manjger operasional SPBU 24.355.85 Bakauheni Lampung Selatan dan operator dispenser. [Foto: Henk Widi]
Ia menyebut di SPBU tersebut tersedia bahan bakar jenis premium, pertalite, pertamax, bio solar, dexlite, pelumas pertamina dan buka selama 24 jam karena lokasi yang cukup strategis berada 3 kilometer dari pelabuhan Bakauheni.

Selama arus liburan ia menyebut stok untuk kebutuhan pelanggan untuk semua jenis bahan bakar  rata-rata mencapai 8 kiloliter (KL) hingga 16 kiloliter terutama untuk jenis pertalite dan premium. Jumlah tersebut disebutnya lebih banyak dibandingkan hari biasa dengan jumlah stok berkisar 8 hingga 10 kiloliter.

Kenaikan stok bahan bakar minyak untuk melayani masyarakar yang akan berlibur dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa juga dialami oleh SPBU 24.355.85 dan berjarak hanya 1 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni tersebut.

Manajer Operasiolal SPBU, Nugroho, saat ditemui Cendana News mengaku peningkatan jumlah stok mencapai 10 hingga 15 persen untuk jenis bahan bakar jenis pertalite dan stok meningkat sekitar 20 hingga 30 persen untuk bahan bakar jenis bio solar.

“Sejak beberapa bulan ini kita sudah tidak menyediakan bahan bakar premium dan hanya menyediakan pertalite, pertamax dan bio solar sehingga dispenser untuk premium diganti untuk pertalite,” terang Nugroho.

SPBU yang lebih dikenal dengan nama SPBU bawah menara Siger tersebut, diakui Nugroho mulai menyediakan stok yang cukup banyak seiring permintaan konsumen dari warga lokal dan pemudik yang baru turun dari kapal seusai menyeberang dari Pelabuhan Merak Banten ke Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Sebagai antisipasi pihaknya menyediakan sebanyak 16 KL pertalite untuk jangka waktu tiga hari meski jumlah tersebut biasanya bisa dijual selama sepekan.

Selain itu bahan bakar jenis bio solar yang normalnya dalam hari biasa distok sebanyak 3 hingga 5 KL, saat arus liburan meningkat menjadi 16 KL seiring dengan meningkatnya jumlah lalu lintas kendaraan truk ekspedisi yang akan menyeberang mengantarkan barang.

Jenis bahan bakar minyak pertamax pun disebut Nugroho yang biasanya disediakan sebanyak 1 KL kini disediakan sebanyak 1,3 KL.

Tren permintaan bahan bakar yang meningkat disebutnya seiring dengan arus kendaraan yang terus meningkat dan sebagai SPBU paling pertama dijumpai sesudah turun kapal dan SPBU terakhir sebelum naik kapal melalui pelabuhan penyebarangan Bakauheni SPBU tersebut menjadi alternatif untuk berhenti.

Sebagian pengendara kendaraan roda dua dan roda empat menurutnya sengaja berhenti di SPBU tersebut selain ingin mengisi bahan bakar sekaligus untuk beristirahat dengan lahan parkir luas dan fasilitas mushola, toilet serta ATM dari beberapa bank serta isi angin gratis sekaligus bisa melihat pemandangan ke laut lepas Selat Sunda.

Arus kendaraan ekspedisi dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa memasuki tollgate Pelabuhan Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...