Jengkol Saos Lalaan, Kuliner Khas Kota Samarinda

SAMARINDA — Jengkol, mendengar namanya saja mungkin yang terbayang adalah baunya yang menyengat. Namun dibalik baunya yang khas tersebut jengkol tidak pernah kehabisan penggemarnya. Di samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, terdapat kawasan yang menjadi ikon kuliner jengkol tepatnya berada di kawasan muara Jalan Pangeran Antasari.

Setiap hari, para pedagang menjajakan dagangan mereka di pinggiran jalan muara ini. Salah satunya adalah Yani, laki-laki berusia 33 tahun ini telah berjualan jengkol selama kurun waktu 2 tahun. Harganya pun terbilang murah, per bungkus hanya 10 ribu rupiah.

Menurutnya, jengkol menjadi primadona karena saat ini susah didapatkan dan cara menikmatinya yang beda. Jika biasanya dibuat olahan seperti semur, di sini jengkol direbus hingga matang dan kulit terkelupas sudah tak berbau lagi dan dimakan bersama saus lala. Yaitu santan kental yang direbus dibubuhi gula pasir dan sedikit garam sehingga akan terasa manis dan gurih.

“Rasanya pembeli akan terasa ingin mencoba terus. Karena rasanya jengkol saos lala ini tak bisa digambarkan dengan kata-kata kalau tidak merasakannya. Awal nya mungkin aneh tapi begitu rasakan akan ingin nambah,” katanya.

Kemudian cara makan rebusan jengkol ini dengan dicocol dengan saos santan yang disebut saos lalaan. Kuliner ini sudah menjadi khas Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

“Jengkol rebus yang dicocol ke saus santan yang kental banget ditambah garam gula dikit plus merica bubuk, rasanya tu tak bisa diceritakan gimana sensasinya, yang jelas membuat kita ketagihan,” ucap Andar usai merasakan nikmatnya jengkol saos lala.

Lihat juga...