Jerman Tak Beri Tempat Bagi Anti Semitisme

BERLIN – Jerman tak memberikan tempat bagi aksi anti semitisme. Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas menyebut, tidak ada tempat untuk anti-Semitisme di Jerman, menanggapi adanya kemarahan pengunjuk rasa terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem dengan membakar bendera Israel di Berlin.

Pada Minggu (10/12/2017), sekitar 2.500 orang berunjuk rasa di Berlin menentang keputusan Trump mengenai Yerusalem. Dalam aksinya masa demontrasi membakar bendera Israel. Polisi setempat melakukan penyelidikan terhadap 11 orang dengan salah satu orang tersangka terkait dengan pembakaran tersebut.

Pada Jumat (8/12/2017), ratusan orang berkumpul di luar kedutaan AS di ibu kota Jerman untuk mengungkapkan Day of Rage atau Hari Kemarahan. Polisi kemudian mengatakan di akun Twitter mereka, telah melakukan penahanan terhadap 10 orang selama unjuk rasa tersebut. Tercatat 12 tuntutan pidana diajukan, termasuk untuk kejadian pembakaran bendera Israel.

“Segala jenis anti-Semitisme adalah serangan terhadap semua orang. Anti-Semitisme tidak dibolehkan memiliki tempat lagi,” ujar Maas, Senin (11/12/2017)

Anti-Semitisme tetap menjadi isu yang sangat sensitif di Jerman selama lebih dari 70 tahun setelah berakhirnya Holocaust atau pembantaian besar-besaran di era Nazi, di mana enam juta orang Yahudi terbunuh. Jerman menganggap dirinya sebagai salah satu sekutu terdekat Israel.

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan, bahwa sementara kritik terhadap keputusan Trump dapat dimengerti. Masyarakat tidak memiliki hak atau alasan untuk membakar bendera Israel, menimbulkan kebencian terhadap orang Yahudi atau mempertanyakan hak Israel untuk ada.

Dia mengatakan bahwa siapapun yang melakukan hal tersebut tidak hanya berdiri melawan Israel tapi juga melawan konstitusi Jerman dan Jerman tidak akan mentolerir hal tersebut. Gabriel mengatakan bahwa Jerman hanya mengizinkan unjuk rasa damai dan tidak mengizinkan benturan. (Ant)

Lihat juga...